
Ilustrasi.Bendera Iran/Foto/Stock
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Iran bereaksi keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan membombardir Oman apabila negara Teluk tersebut membantu Iran dalam isu penguasaan Selat Hormuz.
Iran menilai ancaman itu sebagai tindakan berbahaya, intimidatif, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan ancaman terhadap Oman tidak hanya mencederai hubungan antarnegara, tetapi juga mengancam stabilitas kawasan yang selama ini dijaga melalui jalur diplomasi.
Menurut Baghaei, Oman selama bertahun-tahun dikenal sebagai negara yang memainkan peran konstruktif dan bertanggung jawab dalam menjaga perdamaian regional, termasuk menjadi mediator dalam berbagai proses negosiasi diplomatik di Timur Tengah.
“Ancaman untuk menghancurkan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang selama ini berkontribusi bagi perdamaian dan keamanan regional merupakan pelanggaran terhadap prinsip larangan penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional,” tegas Baghaei.
Iran juga menyatakan solidaritas penuh kepada Oman yang disebut sebagai negara sahabat dan saudara. Teheran mengutuk keras retorika ancaman yang dilontarkan pejabat Amerika Serikat terhadap Iran maupun sejumlah negara di kawasan.
Selain itu, Baghaei turut mengecam serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas militer di Pelabuhan Bandar Abbas. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai agresi terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran serta pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku.
Iran menegaskan memiliki hak penuh untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayahnya sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebelumnya, Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait kemungkinan keterlibatan Oman dalam upaya Iran mengendalikan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.
Trump bahkan menyatakan Amerika Serikat tidak akan segan mengambil tindakan militer terhadap Oman jika negara tersebut membantu Iran dalam upaya menguasai jalur pelayaran internasional tersebut.
Pernyataan keras itu memicu reaksi luas karena Oman selama ini dikenal sebagai negara netral dan mitra diplomasi penting di kawasan Teluk. Hingga kini, Muscat juga belum pernah menyatakan dukungan terhadap upaya Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz.
Di sisi lain, hubungan Amerika Serikat dan Oman telah terjalin erat selama lebih dari dua abad dan selama ini menjadi salah satu pilar stabilitas di kawasan Timur Tengah. [dk]