
Korban Kapal Aceh Hebat 2 sedang mendapat rawatan intensif di RSUZA Banda Aceh, Jumat malam (12/6/26). Foto/mediasurak.id/Raudhah
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh bergerak cepat menangani para korban ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang mengalami luka bakar. Dari 15 korban yang dirawat, enam orang telah menjalani operasi, sementara sembilan korban lainnya masih berada dalam pengawasan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Penanganan medis dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat keparahan luka yang dialami masing-masing korban. Beberapa korban yang mengalami luka bakar kategori sedang hingga berat diprioritaskan untuk mendapatkan tindakan operasi guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
Manajer IGD RSUDZA, Muhammad, mengatakan rumah sakit telah mengerahkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk menangani para korban. Fasilitas ruang operasi maupun tenaga medis dipastikan dalam kondisi siap sehingga proses penanganan dapat berlangsung dengan cepat.
“Saat ini enam pasien sudah menjalani operasi. Fasilitas kamar operasi mencukupi dan tim medis siap menangani seluruh pasien. Sementara sembilan korban lainnya masih berada di IGD dalam pengawasan sambil menunggu tindakan lanjutan,” kata Muhammad, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, dari total korban yang dirawat, terdapat sejumlah pasien yang mengalami luka bakar cukup serius sehingga membutuhkan perhatian khusus. Bahkan tiga korban sempat memerlukan bantuan alat pernapasan akibat kondisi yang dialami pascainsiden.
“Dari 15 korban, tiga orang menggunakan alat bantu napas. Ada juga sekitar tiga pasien lain yang kondisinya cukup berat dan masih dalam observasi,” ujarnya.
Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan seluruh korban saat ini berada dalam kondisi stabil. Tim dokter terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan perkembangan kondisi pasien pascaoperasi maupun mereka yang masih menjalani observasi di ruang IGD.
Muhammad menjelaskan, luka bakar yang dialami korban terjadi pada berbagai bagian tubuh, termasuk wajah dan tangan. Tingkat keparahannya pun berbeda-beda, mulai dari luka ringan hingga kategori sedang dan berat.
Karena itu, prioritas utama rumah sakit saat ini adalah memastikan pasien dengan risiko komplikasi tertinggi mendapatkan tindakan medis terlebih dahulu. Sementara pasien lain tetap memperoleh perawatan sesuai kebutuhan medis masing-masing.
“Secara umum kondisi pasien stabil. Korban yang masuk kategori luka sedang dan berat sudah diprioritaskan untuk menjalani operasi,” katanya.
Ia menambahkan, kemungkinan tindakan medis lanjutan terhadap para korban masih akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi masing-masing pasien. Keputusan mengenai operasi tambahan maupun prosedur medis lainnya sepenuhnya akan ditentukan oleh dokter yang menangani.
“Apakah nantinya perlu operasi tambahan atau tidak, semuanya akan diputuskan oleh dokter setelah melakukan penilaian medis,” ujar Muhammad.
Sebelumnya, ledakan terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal berada di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Insiden tersebut berlangsung ketika kegiatan praktik lapangan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Besar sedang berlangsung di atas kapal.
Akibat ledakan tersebut, 15 orang mengalami luka bakar dan langsung dievakuasi ke RSUDZA untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian besar korban merupakan taruna yang sedang mengikuti kegiatan praktik, sementara lainnya berasal dari unsur awak kapal.
Hingga Jumat malam, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, perhatian utama masih tertuju pada proses penyembuhan para korban yang kini tengah berjuang pulih di bawah pengawasan intensif tim medis RSUDZA.
Di balik hiruk-pikuk ruang IGD dan kamar operasi, para dokter, perawat, serta tenaga kesehatan terus bekerja tanpa henti memastikan seluruh korban mendapatkan kesempatan terbaik untuk pulih dari luka yang mereka alami akibat insiden tersebut.
[Raudhatul Jannah]