
Pelaku pemerasan di lokasi wisata bukit Lamreh, Aceh Besar ditangkap. [Foto: Polresta Banda Aceh]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Kepolisian Sektor (Polsek) Mesjid Raya menangkap seorang terduga pelaku pemerasan terhadap wisatawan di kawasan wisata Bukit Lamreh, Kabupaten Aceh Besar. Dua orang lainnya yang diduga terlibat masih dalam pengejaran.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat karena diduga mengganggu rasa aman pengunjung dan berpotensi mencoreng citra salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh.
Kapolsek Mesjid Raya AKP Mahdi Asyadi mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat mengenai aksi pemerasan yang diduga kerap meresahkan wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6/2026) ketika seorang wisatawan lokal berkunjung ke Bukit Lamreh. Korban didatangi tiga pria berinisial NZR, JL, dan ETK yang diduga meminta uang secara paksa sebesar Rp 3 juta.
Karena tidak memiliki uang tunai, korban akhirnya menyerahkan sepasang anting-anting sebagai jaminan.
“Korban tidak memiliki uang saat itu, sehingga memberikan anting-anting sebagai jaminan,” ujar AKP Mahdi, Kamis (18/6/26).
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera membentuk tim penyelidikan. Saat korban kembali ke lokasi untuk mengambil barang jaminannya, petugas melakukan operasi penyamaran (undercover) guna menangkap para terduga pelaku.
Dari operasi tersebut, satu orang berhasil diamankan beserta barang bukti dan satu unit sepeda motor. Sementara dua terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih diburu aparat.
“Satu orang berhasil diamankan, sedangkan dua lainnya masih dalam proses pengejaran,” kata Mahdi.
Saat ini, terduga pelaku yang telah ditangkap sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Mesjid Raya untuk proses hukum lebih lanjut.
Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun pihak lain yang turut terlibat dalam aksi tersebut. Selain itu, kepolisian masih menelusuri sejak kapan praktik pemerasan tersebut diduga berlangsung di kawasan wisata Bukit Lamreh.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak ragu melapor apabila mengalami atau mengetahui tindakan serupa. Kepolisian akan menindak tegas segala bentuk premanisme dan pemerasan yang meresahkan,” ujar Mahdi.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan wisata guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas serupa serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan.
Menurutnya, keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata. Karena itu, kepolisian berkomitmen menjaga kawasan wisata tetap aman dan nyaman sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat berkunjung tanpa rasa khawatir.
“Wisata yang aman akan memberikan rasa nyaman bagi pengunjung dan menjadi modal penting bagi kemajuan pariwisata daerah,” katanya.
[Raudhatul Jannah]