
Air menggenangi jalan di Lam Ujong, Meunasah Intan, Aceh Besar. pertama
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Genangan udara yang menutupi badan jalan di kawasan Lam Ujong, Gampong Meunasah Intan, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, kini menjadi perhatian serius masyarakat. Kondisi yang berlangsung cukup lama itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan karena permukaan jalan tidak terlihat secara jelas, terutama saat hujan maupun pada malam hari.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Laksamana Malahayati Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Ketua Umum PMII Rayon Laksamana Malahayati, Sahabat Muhammad Afif Irvandi El Tahiry, mengatakan wadah udara yang menutupi badan jalan tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Menurutnya, kondisi tersebut telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.
“Jalan yang tergenang air ini sangat membahayakan. Pengguna jalan tidak dapat melihat kondisi permukaan jalan secara utuh karena tertutup akumulasi. Akibatnya, pengendara bisa kehilangan keseimbangan dan terjatuh saat melintas. Keselamatan masyarakat tidak boleh dipertaruhkan oleh masalah yang terus berlarut-larut tanpa penyelesaian,” ujar Afif.
Ia menjelaskan, sarung yang menutupi badan jalan membuat pengendara kesulitan mengidentifikasi lubang maupun kerusakan jalan lainnya. Dalam kondisi tertentu, situasi itu berpotensi memicu terjadinya kecelakaan yang merugikan masyarakat, baik secara fisik maupun materiil.
Oleh karena itu, Afif meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar beserta dinas terkait tidak hanya melakukan peninjauan lapangan, tetapi segera mengeksekusi langkah-langkah perbaikan yang menyeluruh.
“Jangan menunggu sampai ada korban yang mengalami luka serius akibat terjatuh di jalan yang tergenang ini. Pemerintah harus hadir sebelum risiko itu menjadi kenyataan. Infrastruktur publik harus menjamin keamanan, bukan justru menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat mereka,” tegasnya.
Afif juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem drainase serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan agar pembuangan sampah tidak terus berulang setiap kali hujan turun. Menurutnya, penyelesaian harus dilakukan dari akar masalah sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi situasi yang sama.
Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial kemasyarakatan, PMII Rayon Laksamana Malahayati mengajak seluruh pihak terkait untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan di Lam Ujong Meunasah Intan.
“Infrastruktur yang aman merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi bagian dari pelayanan publik yang wajib dipenuhi pemerintah. Pembangunan yang baik bukan hanya soal proyek besar, tetapi juga bagaimana negara memastikan setiap warga dapat menggunakan fasilitas umum dengan aman,” katanya.
Afif menegaskan, jalan di Lam Ujong digunakan masyarakat setiap hari untuk beraktivitas, sehingga penanganannya harus menjadi prioritas.
“Jalan ini digunakan masyarakat setiap hari. Oleh karena itu penanganannya harus menjadi prioritas. Jangan sampai sampai masyarakat terus dibayangi rasa khawatir setiap kali melintas,” ujarnya.
PMII Rayon Laksamana Malahayati berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi penumpukan yang telah lama dikeluhkan warga. Sebab, setiap hari keterlambatan penanganan berarti semakin besar pula risiko yang harus ditanggung oleh masyarakat pengguna jalan.
Bagi warga Lam Ujong Meunasah Intan, mengumpulkan air di badan jalan bukan lagi sekedar masalah kenyamanan. Ia telah berubah menjadi ancaman keselamatan yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan pengguna jalan terjatuh dan mengalami kecelakaan. Oleh karena itu, penyelesaiannya tidak boleh ditunda-tunda lagi. []