Harga emas di Banda Aceh terus menurun pada Rabu (24/6/2026). (Foto/mediasurak.id/Raudhah)
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Harga emas di Banda Aceh terus melorot dan semakin menjauh dari level Rp8 juta per mayam yang selama ini menjadi patokan psikologis pasar. Pada Rabu (24/6/2026), harga emas kembali turun Rp70 ribu menjadi Rp7.780.000 per mayam, memicu meningkatnya minat beli masyarakat yang melihat kondisi ini sebagai momentum berburu emas dengan harga lebih murah.
Penurunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mulai mengubah dinamika pasar. Jika sebelumnya banyak calon pembeli memilih menahan diri akibat tingginya harga, kini sebagian masyarakat mulai mendatangi toko-toko emas untuk membeli perhiasan maupun menambah investasi logam mulia.
Salah seorang pedagang emas di Pasar Aceh, Mulyadi, mengatakan tren penurunan harga mulai berdampak pada peningkatan aktivitas transaksi.
“Sudah beberapa hari harga emas terus turun. Hari ini turun lagi Rp70 ribu per mayam. Biasanya kalau harga turun, pembeli mulai ada yang beli karena mereka menganggap ini kesempatan yang baik untuk membeli,” kata Mulyadi.
Menurutnya, harga emas yang terus bergerak turun membuat sebagian masyarakat melihat peluang untuk mendapatkan emas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan beberapa waktu lalu saat harga sempat bertahan di atas Rp8 juta per mayam.
Meski demikian, tidak semua calon pembeli langsung mengambil keputusan. Sebagian masyarakat masih memilih menunggu perkembangan harga dalam beberapa hari ke depan dengan harapan tren penurunan masih berlanjut.
“Ada juga yang menunggu turun lagi harga emasnya baru mulai beli,” ujarnya.
Mulyadi menjelaskan, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari harga emas dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga perkembangan ekonomi dan geopolitik internasional.
Karena itu, perubahan harga di pasar lokal sering kali mengikuti dinamika yang terjadi di pasar global.
Harga Rp7.780.000 per mayam yang berlaku saat ini merupakan harga dasar dan belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan. Biaya pembuatan biasanya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per mayam, tergantung model, desain, kadar emas, serta tingkat kesulitan pengerjaannya.
Sebagai informasi, satu mayam setara dengan 3,33 gram emas. Dengan harga Rp7.780.000 per mayam, nilai emas per gram saat ini berada di kisaran Rp2.336.000. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp2.357.000 per gram.
Tidak hanya di pasar emas tradisional, tren pelemahan juga terjadi pada emas batangan nasional. Pada perdagangan Rabu pagi, harga emas Antam tercatat turun Rp18.000 per gram dari Rp2.673.000 menjadi Rp2.655.000 per gram.
Penurunan yang terjadi secara bersamaan di pasar lokal dan nasional menunjukkan tekanan terhadap harga emas masih berlangsung. Namun di sisi lain, kondisi tersebut membuka peluang bagi masyarakat yang ingin membeli emas untuk investasi jangka panjang maupun kebutuhan perhiasan.
Bagi para pemburu emas, pelemahan harga saat ini dianggap sebagai kesempatan yang jarang datang. Sementara bagi mereka yang masih menunggu, harapannya sederhana: harga turun sedikit lagi sebelum memutuskan membeli.
Yang pasti, setelah beberapa waktu berada di level tinggi, pasar emas Banda Aceh kini mulai kembali bergairah seiring semakin terjangkaunya harga logam mulia tersebut.
[Raudhah]
