Kloter sembilan jamaah haji Aceh tiba di Tanah Air. [Foto PPIH Kemenhaj Aceh]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Proses pemulangan jemaah haji Aceh musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki fase akhir. Hingga Rabu (24/6/2026), sebanyak 3.521 jemaah yang tergabung dalam sembilan kelompok terbang (kloter) telah kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Aceh, sementara 1.943 jemaah lainnya kini berada di Madinah dan bersiap menjalani kepulangan secara bertahap.
Seiring berpindahnya seluruh jemaah Aceh dari Makkah ke Madinah, operasional haji Aceh kini memasuki tahapan akhir sebelum seluruh peserta haji kembali ke kampung halaman masing-masing.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Arijal, mengatakan saat ini jemaah yang masih berada di Tanah Suci tergabung dalam lima kloter dan sedang menyelesaikan rangkaian akhir ibadah serta ziarah di Kota Madinah.
“Jemaah Aceh yang masih berada di Madinah berjumlah 1.943 orang dan tergabung dalam lima kloter,” kata Arijal, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, seluruh jemaah asal Aceh kini telah meninggalkan Kota Suci Makkah. Dengan demikian, tidak ada lagi jemaah Aceh yang masih berada di kota tempat pelaksanaan puncak ibadah haji tersebut.
Para jemaah yang kini berada di Madinah dijadwalkan pulang secara bertahap sesuai jadwal penerbangan masing-masing kloter setelah menuntaskan rangkaian ibadah dan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah.
Sebelumnya, Kloter 9 yang berasal dari Kabupaten Aceh Selatan, Nagan Raya, dan Aceh Jaya telah tiba lebih dahulu di Aceh. Kloter tersebut memberangkatkan 391 orang yang terdiri atas 382 jemaah dan sembilan petugas haji.
Dalam proses pemulangan, sebanyak 388 orang kembali bersama penerbangan kloter tersebut. Kedatangan mereka menambah jumlah jemaah dan petugas yang telah tiba di Aceh menjadi 3.521 orang dari total keseluruhan jemaah yang diberangkatkan tahun ini.
Arijal menjelaskan, secara umum proses pemulangan jemaah haji Aceh berjalan lancar dan sesuai jadwal. Namun demikian, PPIH Aceh masih terus memantau kondisi sejumlah jemaah yang saat ini menjalani perawatan di Arab Saudi.
Hingga saat ini tercatat empat jemaah Aceh masih dirawat di rumah sakit. Dua orang menjalani perawatan di Makkah, sedangkan dua lainnya dirawat di Madinah.
PPIH Aceh terus berkoordinasi dengan tim kesehatan haji Indonesia serta otoritas terkait di Arab Saudi untuk memastikan seluruh jemaah yang sakit mendapatkan penanganan medis yang optimal.
“Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap jemaah yang masih dirawat hingga seluruh rangkaian operasional haji tahun ini selesai,” ujar Arijal.
Ia berharap seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan baik dan kembali ke Aceh dalam kondisi sehat.
Memasuki fase akhir operasional haji, perhatian kini tertuju pada proses pemulangan lima kloter yang masih berada di Madinah. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka rangkaian penyelenggaraan ibadah haji Aceh tahun 2026 akan segera berakhir dengan mayoritas jemaah kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Bagi ribuan jemaah yang telah tiba di Aceh, kepulangan tersebut menjadi akhir dari perjalanan spiritual panjang di Tanah Suci. Sementara bagi mereka yang masih berada di Madinah, hari-hari terakhir di kota yang menjadi tempat peristirahatan Rasulullah SAW itu menjadi kesempatan untuk menuntaskan ibadah sekaligus mempersiapkan diri kembali ke tanah air.
[Raudhah]
