
Terima penghargaan dari Rektor UIN Ar Raniry
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Latar belakang keluarga sederhana tak pernah menghalangi seseorang menggapai prestasi. Kisah itu dibuktikan Sugeng Warisno, putra seorang penjaga sekolah asal Kabupaten Aceh Tamiang, yang berhasil menyabet predikat lulusan terbaik Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh pada Wisuda Gelombang I dan II. Ia menamatkan studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96, predikat cumlaude, hanya dalam waktu 3,74 tahun.
Prestasi tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras, disiplin, serta tekad kuat untuk terus belajar. Sugeng merupakan lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.
Lahir dan besar di Desa Alur Cantik, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Sugeng adalah anak bungsu dari delapan bersaudara. Ia merupakan putra pasangan Abdul Hamid, yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga sekolah, dan Siti Delima, seorang ibu rumah tangga.
Di tengah segala keterbatasan ekonomi keluarga, Sugeng memilih menjadikan keadaan sebagai penyemangat, bukan penghalang. Baginya, keberhasilan hanya bisa diraih melalui kesungguhan, kedisiplinan, serta doa yang tidak pernah putus.
Selama menjalani perkuliahan, Sugeng tidak hanya mengejar prestasi akademik. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, mengajar, serta mengikuti beragam kegiatan pengembangan diri untuk memperluas pengalaman dan kapasitas kepemimpinannya.
Menurutnya, tantangan terbesar selama menjadi mahasiswa bukanlah materi kuliah yang sulit, melainkan bagaimana mengelola waktu agar seluruh aktivitas dapat berjalan beriringan.
Untuk itu, ia membiasakan diri menyusun jadwal harian dan menetapkan target yang harus diselesaikan setiap hari. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi salah satu kunci yang membuatnya mampu menjaga keseimbangan antara akademik, organisasi, hingga aktivitas sosial.
Kerja kerasnya pun berbuah manis. Selain dinobatkan sebagai lulusan terbaik UIN Ar-Raniry, Sugeng juga mengoleksi berbagai prestasi membanggakan di tingkat daerah maupun nasional. Di antaranya Juara I Putra Budaya Indonesia Intelegensia 2025, Putra Budaya Aceh 2025, Juara I Syarhil Qur’an Putra Tingkat Nasional 2024, peraih Medali Emas Olimpiade Sejarah Tingkat Nasional 2023, serta Mahasiswa Berprestasi UIN Ar-Raniry periode 2023–2024.
Meski telah mengantongi banyak penghargaan, Sugeng mengaku tidak ingin cepat berpuas diri. Baginya, predikat lulusan terbaik bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengembangkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan diam. Gunakan waktu sebaik mungkin, terus belajar, dan jangan takut mencoba hal-hal baru. Kesempatan tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu, tetapi kepada mereka yang berani melangkah dan terus berusaha,” ujar Sugeng.
Kisah Sugeng Warisno menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi ataupun latar belakang keluarga. Dengan tekad, disiplin, kerja keras, dan doa, anak seorang penjaga sekolah dari pelosok Aceh Tamiang mampu berdiri di puncak prestasi akademik sebagai lulusan terbaik UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan almamaternya, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi generasi muda Aceh bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Sebaliknya, keterbatasan dapat menjadi bahan bakar untuk terus melangkah, bermimpi lebih tinggi, dan membuktikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan terbaiknya.
[,Sukmanil Haq]



