
Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah dibuka terbatas setelah rusak diterjang banjir bandang November 2025. (Foto: Humas Kementerian PU)
MEDIASURAK.ID, BENER MERIAH – Setelah hampir delapan bulan terputus akibat bencana hidrometeorologi, Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo akhirnya kembali dibuka secara terbatas. Dibukanya akses vital tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang selama ini harus menghadapi keterbatasan mobilitas, sekaligus menandai mulai pulihnya aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan tersebut.
Pengoperasian kembali jembatan diresmikan pada Kamis (2/7/2026) dan disambut antusias ratusan warga. Masyarakat memadati lokasi peresmian, termasuk kaum perempuan, sementara spanduk ucapan selamat atas kembali difungsikannya jembatan terpasang di sepanjang jalan menuju lokasi.
Sebelum jembatan kembali dibuka, warga setempat juga ikut bergotong royong membantu berbagai upaya pemulihan agar akses penghubung antardaerah tersebut dapat segera difungsikan kembali.
Sebagai langkah penanganan darurat, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pemasangan penyangga sementara (shoring) pada struktur jembatan yang mengalami kerusakan berat akibat bencana pada November 2025.
Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, mengatakan hasil pemeriksaan teknis menunjukkan Jembatan Enang-Enang kini telah dinyatakan aman dilintasi kendaraan ringan maupun pejalan kaki. Namun, pembatasan masih diberlakukan karena kondisi tanah di sekitar jembatan belum sepenuhnya stabil akibat longsor.
“Perkuatan di bawah jembatan dengan shoring sudah selesai dikerjakan. Untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan pejalan kaki insyaallah sudah bisa melintas. Namun kendaraan bermuatan besar seperti truk masih belum dapat melintas,” ujar Zulkarnaini, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, pembatasan tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus menghindari beban berlebih pada struktur jembatan yang masih berada dalam tahap penanganan sementara.
Selama proses pemulihan berlangsung, BPJN Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas dan pengawasan kendaraan yang melintas.
Sebagai solusi sementara, Jalan Werlah tetap difungsikan sebagai jalur alternatif. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga telah mengusulkan pelebaran ruas jalan tersebut melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) guna meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus kendaraan.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga mempercepat rencana pembangunan jembatan permanen. Semula proyek tersebut dijadwalkan dimulai pada 2027, namun proses perencanaannya akan dimajukan ke tahun 2026 agar penyusunan desain teknis dan penganggaran dapat diselesaikan lebih awal.
“Jembatan permanen memang sudah kami programkan pada tahun 2027. Namun melihat kondisi saat ini, perencanaannya akan kami percepat pada 2026 agar desain teknis dan pemrogramannya bisa disiapkan lebih awal. Insyaallah pekerjaan fisiknya dapat dimulai pada 2027,” kata Zulkarnaini.
Kembalinya Jembatan Enang-Enang menjadi harapan baru bagi masyarakat Pintu Rime Gayo setelah berbulan-bulan menghadapi keterbatasan akses akibat bencana. Meski baru dapat dilalui kendaraan ringan, berfungsinya kembali jembatan tersebut diyakini akan memperlancar mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, serta aktivitas ekonomi yang selama ini terdampak putusnya jalur penghubung utama tersebut.
[Raudhah]



