
MEDIASURAK.ID,LOMBOK – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan tidak ada penutupan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Jembatan penghubung Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah maupun Kabupaten Aceh Tengah itu kini sedang dalam pengerjaan penguatan struktur.
“Jadi tidak ditutup melainkan sedang dilakukan langkah-langkah penguatan struktur agar tetap aman digunakan secara terbatas,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam siaran pers yang diterima redaksi media ini, Sabtu (11/07/26)
Dody mengatakan, Kementerian PU segera meningkatkan penanganan melalui penguatan struktur bawah jembatan yang miring paska bencana hidrometreologi melanda Aceh akhir tahun 2025 lalu. Saat ini, kondisi tersebut telah ditangani dengan penyangga sementara pada sisi bawah jembatan.
“Saya sudah berbicara dengan Kepala Balai dan Direktur Jembatan. Penguatan di bawah jembatan akan kita buat lebih kuat lagi. Yang ada sekarang sifatnya masih sementara. Nanti PT PP akan mengerjakan penguatan itu dengan penanganan yang lebih baik,” kata Dody.
Menteri Dody memastikan selama proses penguatan tersebut, tidak ada penutupan akses bagi kendaraan yang akan melintas. Selama pemantauan teknis masih menunjukkan aman kata Dodi, masyarakat masih dapat menggunakan jembatan dengan pembatasan jenis kendaraan demi keselamatan bersama.
“Penguatan struktur bawah jembatan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Direktorat Pembangunan Jembatan dengan pelaksana konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Penanganan bertujuan meningkatkan stabilitas pondasi sehingga jembatan tetap aman digunakan selama masa transisi menuju penanganan permanen,” ungkap Dodi
Untuk memastikan keamanan, Dody telah menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama BPJN Aceh melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jembatan, terutama saat terjadi hujan deras yang berpotensi meningkatkan gerusan di sekitar pondasi.
“Saya minta PPK melakukan kontrol rutin. Kalau sewaktu-waktu dinilai membahayakan masyarakat, penggunaan jembatan harus dihentikan sementara sampai kondisi kembali aman. Perbaikan akan terus dilakukan dari bawah sehingga masyarakat tetap bisa melintas dengan aman selama memungkinkan,” ujarnya.
Dodi menambahkan, selama proses penguatan berlangsung, Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan secara terbatas untuk kendaraan roda dua dan kendaraan ringan penumpang. Sementara itu, kendaraan angkutan barang dan kendaraan bertonase besar tetap dilarang melintas guna mengurangi beban pada struktur jembatan.
“Sebagai solusi, kami terus mempercepat peningkatan konektivitas kawasan melalui pelebaran Jalan Werlah beserta pembangunan dua jembatan baru pada jalur alternatif. Selain itu, pemerintah menyiapkan pembangunan jembatan shortcut di kawasan Enang – Enang yang nantinya mampu melayani kendaraan logistik hingga sekitar 30 ton sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang menjadi lebih aman dan efisien.



