Kolam Mata Ie mengering, 13 ribu pelanggan PDAM Tirta Mountala kirsis air.Ist
MEDIASURAK.ID, JANTHO – Air yang selama ini mengalir tanpa banyak dipikirkan kini mulai menjadi sesuatu yang harus dihemat. Menyusutnya debit air di Kolam Mata Ie, sumber air baku utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, menjadi peringatan bahwa ancaman krisis air bersih mulai mengetuk pintu ribuan rumah warga.
Sekitar 13 ribu pelanggan di Kecamatan Darul Imarah, Darul Kamal, Peukan Bada, dan sebagian Lhoknga kini harus bersiap menghadapi distribusi air secara bergilir setelah debit air di Kolam Mata Ie terus menurun dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut memaksa PDAM Tirta Mountala menghentikan sementara pengoperasian pompa utama guna menghindari kerusakan mesin akibat kekurangan air baku.
PIC Humas PDAM Tirta Mountala, M. Ichsan Nizali, mengatakan penurunan debit air terjadi cukup signifikan sehingga operasional instalasi harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kondisi debit air hari ini semakin menurun,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Di tengah cuaca yang semakin kering, PDAM memilih menerapkan distribusi bergilir agar pasokan air tetap dapat dinikmati seluruh pelanggan, meski dengan jadwal yang terbatas.
Namun, jika kondisi terus memburuk, perusahaan daerah itu telah menyiapkan skenario darurat. Mobil tangki akan dikerahkan untuk memasok air bersih ke fasilitas-fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit, klinik, pesantren, dan masjid.
“Selama sepekan terakhir kami melayani dalam kondisi yang cukup ekstrem. Karena itu fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas apabila distribusi harus menggunakan mobil tangki,” kata Ichsan.
PDAM juga menyiapkan tandon-tandon air di kantor desa atau titik yang disepakati bersama masyarakat sebagai lokasi distribusi apabila pasokan melalui jaringan perpipaan tidak lagi mencukupi.
Menurut Ichsan, mobil tangki tidak mungkin mampu melayani setiap rumah pelanggan sehingga distribusi akan dipusatkan pada titik-titik tertentu agar lebih efektif menjangkau masyarakat.
Fenomena mengeringnya Kolam Mata Ie tidak hanya menjadi persoalan operasional PDAM, tetapi juga menjadi sinyal penting mengenai semakin rentannya sumber air baku di Aceh Besar terhadap perubahan cuaca. Kondisi ini menuntut kepedulian bersama untuk menghemat penggunaan air sekaligus menjaga kelestarian sumber-sumber air yang menjadi penopang kebutuhan masyarakat.
PDAM Tirta Mountala pun mengajak seluruh pelanggan menggunakan air secara bijak dan mengurangi pemakaian yang tidak mendesak hingga kondisi debit air kembali normal.
Ketika musim kering mulai menguji ketersediaan air bersih, setiap tetes air menjadi semakin berharga. Dan bagi ribuan warga Aceh Besar, menjaga air hari ini berarti menjaga keberlangsungan kehidupan esok.[]




