
MEDIASURAK.ID,BANDA ACEH – Seksi 1 Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) yang menghubungkan Padang Tiji–Seulimeum telah menjalani Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada 9 hingga 11 September 2026. ULFO dilaksanakan PT Hutama Karya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri.
“Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur, kelengkapan jalan, serta pemenuhan aspek keselamatan sebelum jalan tol dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,”kata Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani dalam siaran pers, Senin (14/09/2026).
Hamdani mengatakan, selain memastikan memenuhi standar laik fungsi dan operasi, pelaksanaan ULFO mencakup penilaian aspek keselamatan jalan melalui pendekatan Star Rating atau pemeringkatan bintang. Pendekatan berstandar internasional ini digunakan untuk menilai tingkat keselamatan infrastruktur jalan secara komprehensif, termasuk berbagai elemen yang dapat memengaruhi risiko kecelakaan maupun tingkat keparahan apabila terjadi insiden.
“Penilaian dilakukan secara terperinci terhadap sejumlah aspek, mulai dari desain geometrik jalan dan tikungan, jarak pandang, pencahayaan, marka dan rambu, hingga kualitas serta penempatan perangkat pengaman jalan,”kata Hamdani.

Menurut Hamdani, semakin tinggi peringkat yang diperoleh, semakin baik pula kemampuan infrastruktur jalan dalam membantu meminimalkan risiko kecelakaan fatal bagi pengguna jalan. Penerapan pendekatan ini kata dia, merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya menghadirkan jalan tol yang tidak hanya memenuhi standar teknis, tapi juga mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan.
“Pelaksanaan ULFO pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum merupakan tahapan krusial untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memastikan terpenuhinya standar teknis serta persyaratan laik fungsi dan operasi, tetapi juga untuk menilai aspek keselamatan dan kualitas jalan tol,” ujar Hamdani.
Lebih lanjut, kata Hamdani dengan dilaksanakannya Uji Laik Fungsi dan Operasi pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum, pembangunan Jalan Tol Sibanceh sepanjang 74 kilometer memasuki tahapan akhir untuk dapat tersambung secara penuh. Kehadirannya diharap semakin memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, serta menghadirkan akses antarwilayah di Aceh yang lebih cepat dan efisien.
“Sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Sibanceh diharapkan dapat memperkuat konektivitas perjalanan dari Sigli menuju Banda Aceh dan sebaliknya sebagai pusat pemerintahan Provinsi Aceh. Kehadiran jalan tol ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui akses transportasi yang lebih cepat, aman, dan efisien,”tuturnya.
Seksi 1 Padang Tiji-Seulimum yang dioperasikan secara fungsional guna mendukung pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh ditutup sejak 9 September kemarin menyusul Uji Layak Fungsi dan Operasi yang dijalani. Pelaksanaan ULFO menandai semakin dekatnya penyelesaian pembangunan Jalan Tol Sigli–Banda Aceh dimana setelah seluruh tahapan ULFO dipenuhi dan Sertifikat Laik Operasi diterbitkan, seksi 1 sepanjang 25 kilometer ini semakin dekat untuk segera dioperasikan tanpa tarif terlebih dahulu sebelum nantinya diberlakukan tarif.



