
MEDIASURAK.ID, JANTHO — Ribuan tanaman ganja ditemukan Personel Deninteldam Iskandar Muda di kawasan pegunungan Gampong Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar. Petugas memusnahkan seluruh tanaman ganja dengan cara dicabut dan dibakar dilokasi penemuan.
“Luas ladang yang ditemukan sekitar 1,5 Hektare, dengan jumlah batang ganja sekitar 350 batang,” Kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, Jumat (18/9/2026).
Penemuan Ladang berawal informasi yang diterima personel Deninteldam IM terkait keberadaan ladang dikawasan tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, akhirnya melakukan penyelidikan dan menemukan ladang pada Kamis (17/9/2026).
“Setelah turun kelokasi, petugas menemukan keberadaan ladang di sekitar kaki pegunungan Kemukiman Lamteuba. Informasi awal pihak yang berkaitan dengan penanaman ganja telah melarikan diri,”ungkap Kapendam.
Menurutnya, ketinggian batang tanaman ganja yang ditemukan bervariasi mulai 100 hingga 150 sentimeter. Seluruh batang tanaman ganja yang ditemukan kemudian dimusnahkan dengan cara dicabut dan dibakar dilokasi.
“Selain tanaman ganja, dilokasi juga ditemukan peralatan memasak yang diduga milik pemilik ladang,”ujar Kapendam.

Untuk mencapai lokasi, tim Deninteldam IM harus menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer dari Desa Lambada menuju kawasan pegunungan.
“Pemusnahan ladang ganja ini merupakan bentuk dukungan Kodam Iskandar Muda dalam pemberantasan narkoba di Aceh, termasuk mencegah sumber produksi narkotika dari lokasi budidaya,”tegasnya.
Kodam Iskandar Muda lanjut Kapendam berkomitmen dalam mendukung pemberantasan narkoba di Aceh serta mendorong langkah-langkah nyata guna mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
“Penemuan ladang di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau menunjukkan bahwa upaya pemberantasan narkoba juga dilakukan di lokasi-lokasi terpencil. Pemusnahannya kita harap dapat mencegah tanaman ganja dipanen dan masuk ke jaringan peredaran narkotika,”katanya.
Keberadaan ladang yang berada di kaki pegunungan Lamteuba kata Kapendam, membuat personel Deninteldam menghabiskan waktu hingga 2 jam untuk tiba dilokasi ladang. Selain berkendara, petugas juga harus berjalan kaki melewati medan pegunungan terjal dan jalur menanjak serta vegetasi rapat.
“Melihat kondisi lahan dan ukuran tanaman, ladang ini diperkirakan telah dimanfaatkan untuk budidaya ganja sejak beberapa waktu lalu. Kita masih mendalami pemilik atau pengelola ladang,”tutup Kapendam Kolonel Inf Mustafa Kamal.



