
alm Jarwansyah Sekedang
MEDIASURAK.ID, JAKARTA – Kabar duka datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah Sekedang, putra Kabupaten Aceh Tenggara, meninggal dunia di Jakarta, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kabar wafatnya Jarwansyah beredar di media sosial sekitar pukul 10.15 WIB dan kemudian mendapat perhatian luas dari masyarakat Aceh Tenggara serta rekan-rekan almarhum di lingkungan BNPB. Laporan Waspada menyebut jenazah almarhum akan dibawa pulang ke Aceh Tenggara untuk dimakamkan di Desa Bambel Gabungan (Kelapa Gading), Kecamatan Bambel.
Kepergian Jarwansyah tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan masyarakat Aceh Tenggara, tetapi juga bagi lingkungan kebencanaan nasional. Selama mengabdi di BNPB, ia menempati sejumlah posisi strategis dan terlibat dalam penanganan serta pemulihan berbagai wilayah yang dilanda bencana.
Jarwansyah sebelumnya menjabat Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB sebelum dilantik sebagai Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB pada Juni 2021. Ia dikenal sebagai salah satu pejabat BNPB asal Aceh yang memiliki pengalaman panjang dalam penanggulangan bencana.
Dalam sejumlah kegiatan BNPB, Jarwansyah juga aktif mendorong penguatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pemulihan sosial, ekonomi dan sumber daya alam masyarakat terdampak.
BNPB mencatat Jarwansyah menjadi bagian penting dalam penanganan bencana di Aceh. Saat banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Aceh pada November 2025, Jarwansyah ditugaskan memimpin tim BNPB untuk memperkuat koordinasi penanganan darurat di provinsi tersebut.
Dalam penanganan tersebut, BNPB mengoordinasikan berbagai upaya untuk membuka kembali akses wilayah terdampak, mendistribusikan bantuan logistik serta memperkuat dukungan bagi daerah yang masih terisolasi.
Jejak pengabdiannya juga terlihat dalam berbagai agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah daerah. Pada 2024, misalnya, Jarwansyah menjadi pembicara utama dalam forum BNPB yang membahas kolaborasi multipihak untuk pemulihan sosial, ekonomi dan sumber daya alam masyarakat pascabencana.
Putra Bambel di Lingkar Penanganan Bencana Nasional
Jarwansyah merupakan putra Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Kiprahnya di pemerintahan nasional membuat sosoknya dikenal tidak hanya di daerah asal, tetapi juga di lingkungan penanggulangan bencana nasional.
Universitas Syiah Kuala juga mencatat Jarwansyah sebagai salah satu pejabat BNPB yang ikut dalam kunjungan Kepala BNPB ke Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK di Banda Aceh pada Oktober 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama BNPB dengan lembaga riset kebencanaan di Aceh.
Bagi masyarakat Aceh Tenggara, Jarwansyah dikenal sebagai salah satu putra daerah yang berhasil menempati posisi strategis di tingkat nasional.
Kabar meninggalnya Jarwansyah pun memunculkan berbagai ucapan belasungkawa. Sejumlah pihak menyampaikan penghormatan atas pengabdiannya dalam penanganan dan penanggulangan bencana.
“Selamat jalan, Pak Jarwansyah Sekedang. Terima kasih banyak untuk dedikasinya dalam penanganan penanggulangan kebencanaan untuk masyarakat. Selamat jalan, pahlawan kemanusiaan. Semoga amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin,” demikian salah satu ucapan belasungkawa yang beredar.
Jenazah almarhum direncanakan dibawa pulang ke Aceh Tenggara untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
Kepergian Jarwansyah Sekedang meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, kolega di BNPB, masyarakat Aceh Tenggara, serta mereka yang pernah bersinggungan dengan kiprahnya dalam penanganan bencana di berbagai daerah.
Dari Aceh hingga berbagai wilayah Indonesia yang dilanda bencana, pengabdiannya di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai aparatur yang bekerja di tengah situasi kebencanaan.[]



