
MEDIASURAK.ID, GAYO LUES – Sebanyak 33 kepala keluarga (KK) di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues terisolir, setelah jembatan gantung penghubung antar wilayah putus diterjang arus sungai, Senin (28/9/2026).
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimini menyebut beberapa akses transportasi di Kabupaten Gayo Lues rusak akibat banjir dan longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi hingga ekstrem yang terjadi sejak Jumat malam.
“Kondisi tersebut menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat dan memicu banjir serta longsor di beberapa wilayah,” kata Muhaimini.
Adapun fasilitas yang rusak di sejumlah wilayah diantaranya jembatan gantung penghubung Desa Uyem Beriring dengan Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, mengalami kerusakan berat hingga putus total akibat derasnya arus Sungai Tripe dan menyebabkan 33 KK terisolir.
Kemudian badan jalan utama hingga akses kendaraan roda empat terputus akibat banjir di Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerango. Jalur tersebut kini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Sementara itu, arus sungai mengikis tanah penopang jalan utama hingga badan jalan putus untuk kendaraan roda empat di Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca.
“Sepeda motor masih dapat melintas secara terbatas, namun jalur tersebut memiliki resiko sangat tinggi karena berada di sisi tebing sungai dengan arus deras,” ujarnya.
Adapun jalan darurat Kuning Kurnia-Remukut yang menghubungkan Kecamatan Rikit Gaib dengan Pantan Cuaca juga rusak parah akibat pergerakan tanah dan abrasi. Jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain itu, longsor turut terjadi di Desa Leme pada akses Blangkejeren-Rikit Gaib. Material tanah, batu, dan vegetasi menutup sebagian badan jalan. Adapun alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran.
Banjir juga merendam kawasan Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, pada ruas Blangkejeren-Pining. Hingga Minggu, kendaraan roda empat masih dapat melintas, sedangkan kendaraan roda dua belum bisa melewati lokasi karena ketinggian air masih mencapai betis orang dewasa.
Ia juga menyebut sejumlah sungai mengalami peningkatan debit, di antaranya Sungai Aih Boboh dan Sungai Badak di Dabun Gelang, Sungai Kuala Tripe di Blangkejeren, Sungai Pintu Rime di Pining, Anak Sungai Gele di Blangkejeren, serta Sungai Remukut di Pantan Cuaca.
“Kondisi debit sungai pada Minggu mulai melandai. Arus berada pada kondisi tenang hingga sedang dan tidak lagi menunjukkan kenaikan. Material sampah hanyutan juga dilaporkan telah mengalir dengan lancar,” ucapnya.
Muhaimini mengatakan hingga kini tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan tim BPBD masih melakukan pemantauan dan siaga 24 jam.
“Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun kawasan rawan genangan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi banjir kiriman dari wilayah hulu,” pungkasnya



