
Gubernur Mualem foto bersama para ulama dan tokoh masyarakat Aceh di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026).
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menggelar silaturahmi bersama para ulama dan tokoh masyarakat Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu (9/5/2026).
Pertemuan yang bertema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Aceh yang Islami” itu menjadi forum penting membahas berbagai persoalan aktual Aceh, mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, keterbatasan keuangan daerah, hingga polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Mualem mengakui kondisi fiskal Aceh saat ini sedang menghadapi tekanan berat. Menurutnya, keterbatasan anggaran turut berdampak terhadap jalannya pembangunan daerah serta pelayanan kepada masyarakat.
Selain persoalan keuangan, Pemerintah Aceh juga masih dibebani tanggung jawab pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025 lalu.
“Meskipun situasi keuangan daerah sangat terbatas, ditambah tanggung jawab pemulihan pascabencana yang harus diprioritaskan, saya tetap tegar dan semangat karena yakin doa serta dukungan para ulama akan mewujudkan apa yang kita harapkan,” ujar Mualem.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama, terus memberikan dukungan, masukan, dan doa kepada pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan yang kini membelit Aceh.
Menurut Mualem, sinergi antara ulama dan umara menjadi kunci penting menjaga stabilitas sosial dan memperkuat pembangunan daerah di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Sinergi ulama dan umara sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai persoalan yang sedang dihadapi Aceh saat ini,” katanya.
Mualem juga mengaku silaturahmi tersebut sebenarnya telah lama direncanakan, namun baru dapat terlaksana tahun ini. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat yang dinilai memiliki peran besar dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai keislaman di Aceh.
“Silaturahmi ini sudah lama kami niatkan. Alhamdulillah baru hari ini terlaksana,” ungkapnya.
Sejumlah ulama kharismatik Aceh hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Mawardi Wali, Sofyan Mahdi, Daud Hasbi, Muzakkir Abdullah, serta Abon Paloh Kaye Kunyet.
Turut hadir pula Malik Mahmud Al-Haythar, Marzuki Ali Basyah, Sekda Aceh M. Nasir, unsur Forkopimda Aceh, para kepala SKPA, dan tokoh masyarakat lainnya.
Acara kemudian ditutup dengan tausiah yang disampaikan Abuya Mawardi Wali. Dalam tausiahnya, ia mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mempertahankan nilai-nilai keislaman di Tanah Rencong.
