
Menjelang magrib mahasiswa melakukan konvoi “Kemenangan” keliling kota. Foto/Humairam
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin (18/5/2026), tidak hanya memicu kemacetan panjang dan menyisakan sampah berserakan di pusat kota, tetapi juga berlanjut dengan konvoi kemenangan setelah Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) resmi dicabut.
Sejak siang, ratusan mahasiswa memadati kawasan depan Kantor Gubernur Aceh untuk menyuarakan tuntutan pencabutan Pergub JKA. Penutupan sejumlah ruas jalan membuat arus lalu lintas di beberapa titik Kota Banda Aceh lumpuh total.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di Jalan Tgk. M. Daud Beureueh dari arah Simpang Jambo Tape menuju Simpang Mesra. Kepadatan juga terjadi di Jalan T. Nyak Makam mulai dari Simpang BPKP hingga kawasan Kantor Gubernur Aceh.
Kemacetan turut meluas ke kawasan depan SMA Negeri 4 Lampineung, Lamgugop, hingga sekitar Stadion H. Dimurthala akibat pengalihan dan penutupan jalan di sekitar lokasi aksi.
“Macetnya sangat parah. Saya dari Jambo Tape saja sudah dua kali lampu merah,” ujar seorang pengendara bernama Ika.

Suasana macet di Jalan T Nyak Arif saat aksi berlangsung di depan kantor Gubernur Aceh. [Foto/mediasurak.id,/Raudah]
Keluhan serupa disampaikan Danil yang mengaku terjebak cukup lama di jalan karena tidak mengetahui adanya demonstrasi.
“Ini saya benar-benar habiskan waktu di jalan karena macet. Bahkan jalan depan Stadion H. Dimurthala juga ditutup,” katanya.
Di tengah aksi yang berlangsung, kondisi kebersihan di sekitar titik demonstrasi juga menjadi sorotan. Setelah massa membubarkan diri, botol air mineral, bungkus makanan, gelas plastik, dan berbagai jenis sampah lainnya tampak berserakan di badan jalan dan trotoar sekitar Kantor Gubernur Aceh.
Pemandangan tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat serta merusak kebersihan area publik di pusat pemerintahan Aceh.
“Setelah aksi selesai, sampah malah ditinggalkan begitu saja. Padahal tempat umum ini dipakai bersama dan harus dijaga kebersihannya,” ujar Faiza, seorang mahasiswa yang berada di lokasi.
Meski demikian, suasana berubah menjadi euforia setelah kabar pencabutan Pergub JKA diumumkan. Pada sore harinya, ratusan mahasiswa menggelar konvoi kemenangan dengan berkeliling Kota Banda Aceh menggunakan sepeda motor sambil membawa bendera dan pengeras suara.

Sampah botol dan plastik berserakan di Jalan T Nyak Arif depan kantor Gubernur Aceh. Foto/mediasurak.id/Sukmanil Haq
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, mahasiswa tampak memenuhi jalan-jalan utama kota hingga kawasan sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Sorak-sorai kemenangan terus menggema sepanjang perjalanan konvoi.
Mahasiswa menilai pencabutan Pergub JKA merupakan hasil perjuangan panjang melalui aksi demonstrasi dan tekanan publik yang mereka lakukan dalam beberapa waktu terakhir.
Konvoi berlangsung tertib meski sempat menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan lainnya. Beberapa mahasiswa terlihat berdiri sambil mengibarkan bendera di atas kendaraan, sementara lainnya mengabadikan momen kemenangan menggunakan telepon genggam.
Respons masyarakat di media sosial pun bermunculan. Banyak warga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang dinilai berhasil memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh.
“Kalian pahlawan hebat, makasih adik-adik semua yang telah berjuang untuk rakyat Aceh, sehat selalu,” tulis seorang warganet bernama Mutiara dalam kolom komentar video konvoi yang beredar.
Aksi tersebut menjadi gambaran bahwa suara mahasiswa masih memiliki pengaruh kuat dalam dinamika kebijakan publik di Aceh. Namun di sisi lain, dampak kemacetan serta persoalan kebersihan yang ditinggalkan juga menjadi catatan penting bagi setiap aksi massa di ruang publik.
(Raudhatul Jannah/Sukmanil Haq/Anisaton Humaira)