
Ilustrasi/cuaca ekstrem/net
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Aceh dalam dua hari ke depan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih berpotensi terjadi dan dapat disertai angin kencang.
Forecaster BMKG Sultan Iskandar Muda, Dedi, mengatakan kondisi atmosfer saat ini masih sangat mendukung terbentuknya cuaca ekstrem lokal di Aceh.
Menurutnya, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 4 di kawasan Samudera Hindia masih aktif memengaruhi wilayah Aceh. Selain itu, adanya shearline atau belokan angin, konvergensi massa udara, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Sumatera turut memperbesar peluang pertumbuhan awan hujan.
“Situasi ini meningkatkan penguapan dan penambahan massa uap air di atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan di Aceh,” ujar Dedi, Rabu (20/5/2026).
BMKG memprakirakan pada 21 Mei 2026 hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi melanda wilayah Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Gayo Lues.
Sementara pada 22 Mei 2026, cuaca serupa diprediksi terjadi di Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, hingga Aceh Besar.
BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di kawasan Aceh Besar dan Sabang yang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang maupun gangguan aktivitas pelayaran.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sore hingga malam hari saat hujan berpotensi turun secara tiba-tiba akibat tingginya pemanasan pada siang hari.
BMKG mengimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah maupun berkendara di tengah cuaca buruk yang berpotensi memicu banjir, genangan, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.
[Raudhatul Jannah]