
Ist
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menggelar operasi pasar murah di 69 titik yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Program ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Operasi pasar murah berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026, dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok bersubsidi yang dapat ditebus masyarakat dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Kepala Disperindag Aceh, T Adi Darma, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Adha.
“Pasar murah ini hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujarnya di Banda Aceh, Kamis.
Dalam program itu, Pemerintah Aceh menyalurkan ratusan ton bahan pokok, meliputi 367,95 ton beras premium, 110,4 ton gula pasir, 110,4 ton minyak goreng, serta 34.500 papan telur ayam ras.
Masyarakat dapat memperoleh paket sembako dengan harga tebus Rp203 ribu. Paket tersebut terdiri dari 10 kilogram beras premium, dua liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir, dan satu papan telur ayam ras.
Pemerintah Aceh juga menerapkan skema subsidi khusus bagi wilayah kepulauan seperti Sabang dan Simeulue guna menyesuaikan tingginya biaya distribusi logistik ke daerah tersebut.
Program pasar murah ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf dan Fadhlullah dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Sejak hari pertama pelaksanaan, sejumlah titik pasar murah mulai dipadati warga. Selain menawarkan harga lebih rendah dari pasaran, program ini dinilai sangat membantu masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Idul Adha.
[Sukmanil Haq]