
lustrasi/serambinews/Masrian M
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Penurunan harga emas mulai menggairahkan kembali aktivitas jual beli di Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah terkoreksi dalam dua hari terakhir, harga emas London berkadar 99 persen turun menjadi Rp8,1 juta per mayam pada Senin (29/6/2026), mendorong meningkatnya minat masyarakat untuk membeli logam mulia sebagai instrumen investasi.
Koreksi harga tersebut disambut positif para pelaku usaha emas. Sejumlah toko emas mulai dipadati warga yang memanfaatkan momentum penurunan harga untuk membeli, sementara aktivitas penjualan emas oleh masyarakat juga masih berlangsung cukup tinggi.
Pemilik Toko Emas Kurnia, Afdal Dalker, mengatakan harga emas London berkadar 99 persen kini dipasarkan sebesar Rp8,1 juta per mayam, turun dari sebelumnya Rp8,2 juta per mayam.
“Senin ini turun lagi. Baru kemarin juga turun dari harga sebelumnya Rp8,2 juta,” kata Afdal.
Sementara itu, emas berkadar 97 persen dijual sekitar Rp7.950.000 per mayam. Adapun emas 22 karat dipasarkan sekitar Rp1,9 juta per gram, dengan harga yang bervariasi di setiap toko bergantung pada model perhiasan dan ongkos pembuatan.
Menurut Afdal, penurunan harga mulai mengubah pola transaksi masyarakat. Jika sebelumnya lebih banyak warga datang menjual emas, kini jumlah pembeli mulai mengimbangi jumlah penjual.
“Pembeli sekarang sudah hampir sama banyak dengan yang menjual,” ujarnya.
Ia menduga meningkatnya daya beli masyarakat tidak terlepas dari mulai cairnya dana bantuan jaminan hidup (jadup) bagi warga terdampak banjir.
Dana bantuan tersebut dinilai memberikan ruang bagi sebagian masyarakat untuk mengalokasikan dana ke investasi yang relatif aman, seperti emas.
“Mungkin karena jadup sudah cair, masyarakat ada uang untuk beli emas,” katanya.
Meski harga emas masih tergolong tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu, penurunan dalam dua hari terakhir dinilai cukup memberi sentimen positif bagi pasar. Tidak sedikit warga memilih memanfaatkan koreksi harga sebagai waktu yang tepat untuk membeli, dengan harapan nilai emas kembali meningkat dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat Aceh Tamiang, emas tidak hanya dipandang sebagai perhiasan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati karena relatif stabil dan mudah dicairkan saat membutuhkan dana.
Pelaku usaha memperkirakan aktivitas transaksi masih akan terus meningkat apabila harga emas kembali bergerak stabil atau mengalami koreksi dalam beberapa hari ke depan. Di tengah mulai pulihnya perputaran ekonomi masyarakat pascabanjir, meningkatnya minat membeli emas menjadi sinyal bahwa sebagian warga mulai kembali membangun aset dan menata kondisi keuangan mereka. Bagi pedagang, geliat pasar ini bukan sekadar dampak turunnya harga, tetapi juga cerminan mulai bangkitnya optimisme ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.[hr]



