
Pengguna QRIS turis semakin meningkat
CAKRADUNIA.CO, JAKARTA — Wisatawan mancanegara semakin banyak menggunakan QRIS Antarnegara saat bertransaksi di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi pengguna dari negara mitra mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp 5,90 triliun sejak layanan tersebut pertama kali diterapkan pada 2022 hingga Juli 2026.
Nilai transaksi wisatawan asing tersebut jauh lebih besar dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia saat menggunakan QRIS di negara mitra.
BI mencatat transaksi pengguna Indonesia di negara mitra selama periode yang sama mencapai 4,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun.
Dengan demikian, nilai transaksi pengguna dari negara mitra di Indonesia lebih besar sekitar Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri.
BI menyatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital lintas negara untuk mendukung aktivitas ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan perdagangan.
QRIS Antarnegara memungkinkan wisatawan mancanegara menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka untuk melakukan transaksi pada merchant yang menggunakan QRIS di Indonesia.
Sebaliknya, masyarakat Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah mereka kenal ketika bertransaksi di negara mitra.
Saat ini, konektivitas QRIS Antarnegara telah terhubung dengan sejumlah negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.
UMKM Jadi Ujung Tombak
Besarnya transaksi wisatawan asing melalui QRIS juga ditopang oleh semakin luasnya ekosistem pembayaran digital di Indonesia.
Hingga Juli 2026, QRIS telah menjangkau 45,46 juta merchant di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 96,69 persen merupakan pelaku UMKM.
Kondisi tersebut membuat konektivitas QRIS Antarnegara tidak hanya berkaitan dengan kemudahan pembayaran bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk melayani konsumen dari luar negeri.
Melalui sistem tersebut, wisatawan asing dapat membayar menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya tanpa harus menggunakan sistem pembayaran baru ketika bertransaksi pada merchant QRIS di Indonesia.
Bagi UMKM, kondisi ini memberikan peluang memperoleh transaksi dari wisatawan mancanegara dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran yang sudah tersedia.
BI menilai semakin luasnya konektivitas pembayaran lintas negara juga dapat mendukung penerimaan devisa dari aktivitas wisatawan mancanegara di Indonesia.
Raih Pengakuan Internasional
Di tengah ekspansi QRIS Antarnegara, sistem pembayaran digital Indonesia juga memperoleh pengakuan di tingkat internasional.
Indonesia melalui inovasi QRIS Antarnegara meraih “50-in-5 Awards 2026” kategori Kolaborasi yang diselenggarakan Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9/2026).
Penghargaan diserahkan Chief Investment Officer Co-Develop Lindsey Crumbaugh kepada Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta yang mewakili Indonesia.
Filianingsih mengatakan keberhasilan QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa interoperabilitas sistem pembayaran tidak mengharuskan setiap negara menggunakan sistem yang sama.
Menurutnya, yang diperlukan adalah kemampuan menghubungkan sistem pembayaran domestik masing-masing negara melalui standar dan tata kelola yang disepakati bersama.
“QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa interoperabilitas tidak mengharuskan setiap negara memiliki sistem yang sama. Yang dibutuhkan adalah kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati, serta komitmen untuk menghubungkan sistem yang telah dimiliki masing-masing negara,” ujar Filianingsih.
Menurut dia, konektivitas tersebut bukan sekadar menghubungkan sistem pembayaran, tetapi juga membuka akses masyarakat dan dunia usaha untuk melakukan aktivitas ekonomi lintas negara.
“Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara,” katanya.
Terus Diperluas
BI menyatakan konektivitas QRIS Antarnegara akan terus dikembangkan ke negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, serta mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia.
Perluasan tersebut diharapkan semakin memudahkan wisatawan mancanegara bertransaksi di Indonesia sekaligus memperluas akses pelaku usaha domestik terhadap konsumen dari berbagai negara.
Dengan jumlah merchant yang telah mencapai puluhan juta dan mayoritas berasal dari sektor UMKM, perkembangan QRIS Antarnegara juga berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.
Hingga Juli 2026, data BI menunjukkan arus transaksi melalui QRIS Antarnegara lebih banyak berasal dari pengguna negara mitra yang bertransaksi di Indonesia dibandingkan masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan tersebut ketika berada di luar negeri.[]



