
Penumpang membludak di Pelabuhan Ulee Lheue menuju ke Sabang selama liburan Idul Adha 1447 H, wisatawan meningkat 123 persen. Foto/Line1News
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah kembali membuktikan daya tarik Sabang sebagai destinasi wisata unggulan Aceh. Ribuan wisatawan memadati Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, untuk menyeberang ke Pulau Weh, dengan jumlah penumpang nyaris menyentuh 5.000 orang dalam sehari. Lonjakan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam periode libur tahun ini dan menunjukkan meningkatnya geliat sektor pariwisata Aceh pascapandemi.
Data Dinas Perhubungan Aceh mencatat puncak arus penyeberangan terjadi pada 1 Juni 2026 dengan total 4.778 penumpang yang berangkat menuju Sabang. Angka itu melonjak hingga 123,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala UPTD Penyelenggara Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Dinas Perhubungan Aceh, Muhammad Al Qadri, mengatakan peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak akhir Mei dan terus mengalami kenaikan hingga memasuki masa libur panjang Idul Adha.
“Rata-rata jumlah penumpang selama periode libur Idul Adha tahun ini meningkat 67,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Qadri.
Lonjakan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke Sabang maupun menghabiskan libur bersama keluarga di kawasan yang dikenal sebagai Kota Kilometer Nol Indonesia itu.
Berdasarkan data pelabuhan, jumlah penumpang yang menyeberang dari Ulee Lheue menuju Sabang tercatat sebanyak 960 orang pada 27 Mei. Angka itu kemudian melonjak menjadi 2.981 orang pada 28 Mei dan kembali meningkat menjadi 4.022 penumpang pada 29 Mei.
Tren kenaikan terus berlanjut pada 30 Mei dengan jumlah penumpang mencapai 4.833 orang. Sementara pada 1 Juni, jumlah penumpang tercatat 4.778 orang atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tidak hanya penumpang, lonjakan juga terjadi pada kendaraan yang ikut menyeberang ke Sabang. Banyak wisatawan memilih membawa kendaraan pribadi untuk memudahkan mobilitas selama berlibur di Pulau Weh.
Kendaraan roda dua mencatat kenaikan rata-rata sebesar 23,19 persen selama periode libur. Pada 1 Juni saja, sebanyak 936 unit sepeda motor menyeberang ke Sabang atau meningkat 111,76 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, kendaraan roda empat juga mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 159 mobil ikut menyeberang pada 1 Juni 2026, naik 39,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski terjadi lonjakan signifikan, operasional penyeberangan tetap berjalan lancar. Tidak terlihat antrean panjang maupun penumpukan penumpang yang mengganggu aktivitas pelabuhan.
Menurut Qadri, jumlah pengguna jasa selama libur Idul Adha masih berada di bawah kapasitas maksimal Pelabuhan Ulee Lheue yang mampu melayani sekitar 6.000 hingga 7.000 penumpang per hari.
Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan operator pelabuhan dan armada penyeberangan dalam mengantisipasi lonjakan arus wisatawan pada musim liburan.
Selain menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat, tingginya arus penyeberangan juga mencerminkan semakin pulihnya sektor pariwisata Aceh. Sabang yang menawarkan wisata bahari, pantai, selam, serta ikon Kilometer Nol Indonesia masih menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah saat musim libur tiba.
Kini, setelah puncak arus keberangkatan berlalu, pergerakan penumpang mulai bergeser. Pelabuhan Ulee Lheue lebih banyak melayani wisatawan yang kembali dari Sabang menuju Banda Aceh. Arus balik berlangsung relatif lancar dengan antrean kendaraan dan penumpang yang mulai berkurang.
Lonjakan hampir 5.000 penumpang dalam sehari tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi Aceh. Di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung, tingginya kunjungan ke Sabang menunjukkan bahwa industri wisata tetap menjadi salah satu penggerak utama perputaran ekonomi masyarakat di kawasan paling barat Indonesia itu.
[Raudhatul Jannah]