
Rektor UIN Ar Raniry Prof. Mujiburrahmansaat meninjau ujian UM-PTKIN, Senin, (8/6/2026). (Foto: Humas UIN)
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Persaingan menjadi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 berlangsung semakin kompetitif. Sebanyak 2.640 peserta mengikuti ujian berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) untuk memperebutkan hanya 1.366 kursi yang tersedia di 31 program studi, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kampus Islam negeri terbesar di Aceh tersebut.
Tingginya jumlah peserta yang mengikuti seleksi tahun ini memperlihatkan bahwa UIN Ar-Raniry semakin menjadi pilihan utama calon mahasiswa di kawasan Sumatera. Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi Islam yang memiliki daya saing dan kepercayaan publik yang terus meningkat.
Pelaksanaan UM-PTKIN 2026 berlangsung di lingkungan kampus UIN Ar-Raniry dengan memanfaatkan 10 laboratorium komputer yang tersebar di tujuh lokasi. Ujian dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 13 Juni 2026, dengan tiga sesi pelaksanaan setiap harinya.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, mengatakan tingginya animo masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang memilih UIN Ar-Raniry dalam seleksi UM-PTKIN tahun ini.
Menurutnya, sebanyak 3.604 peserta dari berbagai daerah menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai pilihan studi mereka. Jumlah tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dengan jumlah pendaftar terbanyak di Sumatera dan berada di peringkat keenam secara nasional.
“Kepercayaan masyarakat terhadap UIN Ar-Raniry terus meningkat. Ini menunjukkan kualitas pendidikan dan layanan akademik kampus semakin mendapat pengakuan,” ujar Mujiburrahman saat meninjau pelaksanaan ujian, Senin (8/6/2026).
Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap perkembangan kampus dalam beberapa tahun terakhir. Selain peningkatan kualitas akademik, berbagai inovasi layanan pendidikan dan penguatan reputasi institusi turut mendorong meningkatnya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di UIN Ar-Raniry.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry sekaligus Ketua Panitia Lokal UM-PTKIN 2026, Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, menyampaikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai standar yang ditetapkan panitia nasional.
Menurutnya, panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memastikan pelaksanaan ujian berlangsung lancar, aman, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta.
“Kami memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan panitia nasional,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini panitia menyediakan layanan khusus bagi peserta penyandang disabilitas. Terdapat satu peserta tuna rungu yang mengikuti ujian dengan pendampingan khusus agar dapat menjalani proses seleksi secara optimal.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen UIN Ar-Raniry dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan memberikan akses yang setara bagi seluruh calon mahasiswa tanpa membedakan kondisi fisik maupun latar belakang mereka.
Berdasarkan data pendaftaran, minat calon mahasiswa masih didominasi program studi yang berkaitan dengan ekonomi dan bisnis syariah. Program Studi Ekonomi Syariah menjadi jurusan paling diminati dengan 1.076 peminat.
Posisi berikutnya ditempati Program Studi Manajemen Bisnis Syariah dengan 827 peminat, Perbankan Syariah sebanyak 797 peminat, Manajemen Haji dan Umrah 755 peminat, serta Bimbingan dan Konseling Islam yang diminati oleh 680 calon mahasiswa.
Dominasi program studi tersebut menunjukkan bahwa bidang ekonomi syariah dan manajemen berbasis keislaman masih menjadi pilihan utama generasi muda, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di sektor ekonomi syariah yang terus berkembang di Indonesia.
Secara keseluruhan, UIN Ar-Raniry menyediakan daya tampung sebanyak 5.265 mahasiswa baru melalui seluruh jalur penerimaan pada tahun akademik 2026. Dari jumlah tersebut, jalur UM-PTKIN menyumbang sekitar 40 persen dari total kuota yang tersedia.
Adapun hasil seleksi UM-PTKIN 2026 dijadwalkan diumumkan secara serentak pada 30 Juni mendatang.
Bagi ribuan peserta yang kini tengah berjuang di ruang-ruang ujian berbasis komputer, UM-PTKIN bukan sekadar proses seleksi masuk perguruan tinggi. Lebih dari itu, ujian ini menjadi gerbang awal untuk meraih cita-cita dan masa depan melalui pendidikan tinggi di salah satu kampus Islam terkemuka di Indonesia.
[Raudhatul Jannah]