
Warga siangmenolong korban tersengat listrik saat sedang pembongkaran baliho di Gampong Lambada Peukan, Aceh Besar, Senin (8/6/26), (Foto: Humas Polresta Banda Aceh)
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Sebuah kecelakaan kerja nyaris merenggut nyawa seorang pekerja baliho di Aceh Besar. Mulki Adli (30), warga Gampong Bukit Meusara, Kecamatan Kota Jantho, mengalami luka bakar sekitar 40 persen setelah diduga tersengat arus listrik tegangan tinggi saat membongkar baliho di kawasan Gampong Lambada Peukan, Kecamatan Darussalam, Minggu (7/6/2026). Sengatan listrik tersebut membuat korban terjatuh dari ketinggian dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu kembali menyoroti tingginya risiko pekerjaan yang dilakukan di sekitar jaringan listrik dan di ketinggian. Dalam hitungan detik, kecelakaan kerja dapat terjadi dan mengakibatkan luka serius apabila prosedur keselamatan tidak diterapkan secara maksimal.
Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Darussalam, AKP Mursal, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan kerja itu sekitar pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, insiden pertama kali diketahui sesaat setelah salah seorang saksi keluar dari Masjid Lambaro Angan usai menunaikan ibadah. Saat itu saksi melihat kerumunan warga di seberang jalan dan segera mendatangi lokasi.
Setibanya di tempat kejadian, saksi mendapati korban telah tergeletak di bawah tiang baliho dengan kondisi mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, korban diduga tersengat arus listrik tegangan tinggi saat berada di atas konstruksi baliho yang sedang dibongkar. Sengatan tersebut menyebabkan korban kehilangan kesadaran dan terjatuh dari ketinggian.
Warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan berupaya mengevakuasi korban. Bersama aparat kepolisian, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan medis.
“Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, korban dinyatakan selamat dan saat ini mengalami luka bakar sekitar 40 persen,” kata AKP Mursal.
Meski selamat, kondisi korban masih memerlukan penanganan intensif akibat luka bakar yang cukup serius akibat sengatan listrik tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan dokumentasi, serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui secara pasti kronologi insiden tersebut.
AKP Mursal mengatakan pihaknya juga mengingatkan masyarakat, terutama pekerja yang beraktivitas di lapangan, agar selalu mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya ketika bekerja di sekitar jaringan listrik maupun pada lokasi yang memiliki risiko tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan pekerjaan di ketinggian dan memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan dengan baik untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar, pengecekan kondisi lingkungan kerja, serta identifikasi potensi bahaya sebelum pekerjaan dimulai merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Insiden yang menimpa Mulki Adli menjadi pengingat bahwa pekerjaan di sekitar jaringan listrik tegangan tinggi memerlukan kewaspadaan ekstra dan perencanaan yang matang. Di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dan pekerjaan lapangan, penerapan standar keselamatan kerja bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk melindungi nyawa para pekerja dari risiko kecelakaan yang dapat terjadi kapan saja.
[Anisaton Humaira]