
Korban kapal Aceh Hebat 2 sedang di rawat IGD RSUZA Banda Aceh. Foto/Ist
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Sebanyak 15 korban ledakan dan kebakaran yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Di tengah upaya tim medis menangani para korban luka bakar, kejadian tersebut juga berdampak pada layanan penyeberangan Banda Aceh–Sabang yang terpaksa mengalami gangguan.
Sejak tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA, para korban langsung mendapat penanganan medis sesuai tingkat luka yang dialami. Tim dokter dan perawat bergerak cepat melakukan pemeriksaan, membersihkan luka bakar, hingga tindakan medis lanjutan guna mencegah komplikasi yang dapat membahayakan kondisi korban.
Berdasarkan pantauan di ruang IGD, tenaga kesehatan tampak membersihkan bagian tubuh yang mengalami luka bakar sebelum membalutnya dengan perban khusus. Selain itu, kondisi vital para korban terus dijaga secara berkala untuk memastikan respon tubuh terhadap pengobatan yang diberikan.
Sejumlah korban yang mengalami luka cukup serius bahkan harus menjalani tindakan operasi. Mereka dibawa ke ruang bedah untuk mendapatkan penanganan lanjutan, sementara korban lainnya masih menjalani observasi ketat di ruang perawatan darurat.
Suasana haru dan cemas terlihat di lingkungan RSUDZA. Sejumlah anggota keluarga korban tampak memenuhi area rumah sakit untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi kerabat mereka yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Sebagian besar memilih menunggu di sekitar ruang perawatan sambil berharap kondisi keluarga mereka segera membaik.
Terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 setelah kapal tersebut menyelesaikan pelayaran dari Sabang dan bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Insiden yang disertai kebakaran itu mengakibatkan belasan orang menderita luka bakar dan harus segera dievakuasi ke rumah sakit.
Hingga Jumat sore, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Tim investigasi masih mengumpulkan berbagai informasi dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal guna mengungkap sumber ledakan yang terjadi di ruang mesin.

Penumpang Kapal Aceh Hebat 2 dialihkak ke KMP BRR.Foto/Antara
Selain menimbulkan korban, kejadian tersebut juga berdampak pada layanan transportasi laut yang menghubungkan Banda Aceh dan Sabang. Jadwal keberangkatan KMP Aceh Hebat 2 dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan yang seharusnya berlangsung pada hari Jumat sore terpaksa dibatalkan.
Pembatalan tersebut membuat puluhan calon penumpang harus menyesuaikan kembali rencana perjalanan mereka. Untuk menghindari berkemah di pelabuhan, operator pelayaran mengambil langkah cepat dengan mengalihkan seluruh penumpang ke KMP BRR yang melayani rute yang sama.
Melalui pengeras suara di pelabuhan, petugas mengumumkan bahwa keberangkatan KMP Aceh Hebat 2 dibatalkan karena adanya gangguan teknis pascainsiden ledakan.
“Sehubungan dengan adanya gangguan teknis pada KMP Aceh Hebat 2, seluruh penumpang dialihkan ke KMP BRR yang dijadwalkan berangkat pukul 17.00 WIB,” demikian pengumuman yang disampaikan kepada calon penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue.
Salah seorang calon penumpang, Intan Maghfirah, mengaku baru mengetahui izin pelayaran setelah tiba di pelabuhan.
“Katanya Aceh Hebat 2 tidak jadi berangkat, jadi kami alihkan ke kapal berikutnya, yaitu KMP BRR,” ujarnya.
Menurut Intan, tidak ada pemberitahuan yang diterimanya sebelum tiba di lokasi. Informasi mengenai izin keberangkatan baru diketahui setelah dia berada di area pelabuhan.
Meski salah satu armada utama mengalami gangguan, layanan penyeberangan Banda Aceh–Sabang tetap berjalan melalui pengoperasian kapal pengganti. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Banda Aceh dan Sabang tidak terganggu secara signifikan.
Sementara itu, fokus utama saat ini masih teringat pada penanganan para korban di RSUDZA. Tim medis terus berupaya memberikan perawatan terbaik agar kondisi korban segera stabil dan dapat pulih dari luka mereka akibat kejadian tersebut.
Pihak yang berwenang juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi investigasi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.
[Raudhatul Jannah]