Teuku Faisal, Kadis Perhubungan Aceh.Ist
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memastikan seluruh korban insiden KMP Aceh Hebat 2 mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal dan dukungan penuh selama menjalani masa perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. PT ASDP Indonesia Ferry bahkan berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan dan kebutuhan keluarga korban hingga proses pemulihan selesai.
Komitmen tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus upaya memastikan korban dapat fokus menjalani perawatan tanpa dibebani persoalan biaya dan kebutuhan pendamping selama berada di Banda Aceh.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, mengatakan Pemerintah Aceh terus mengawal penanganan korban sesuai arahan Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, dan Sekretaris Daerah Aceh.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan korban maupun keluarganya dapat terpenuhi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak ASDP, Poltekpel Malahayati, dan KSOP untuk tetap siaga mendampingi korban serta keluarganya, khususnya di RSUDZA,” kata Faisal, Rabu (17/6/2026).
Menurut Faisal, seluruh korban memperoleh pelayanan medis terbaik selama menjalani perawatan di RSUDZA. Selain itu, keluarga korban yang mendampingi juga mendapat dukungan penuh dari PT ASDP Indonesia Ferry.
“Korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik di RSUDZA dan keluarganya juga mendapatkan pelayanan dari ASDP yang menanggung semua kebutuhan yang timbul dalam rangka penyembuhan korban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PT ASDP Indonesia Ferry telah berkomitmen menanggung berbagai kebutuhan keluarga korban, mulai dari biaya transportasi bagi keluarga yang datang dari luar daerah ke Banda Aceh, penginapan, hingga konsumsi selama korban dirawat.
“Kami mendapat informasi dari PT ASDP Indonesia Ferry bahwa semua kebutuhan, baik akomodasi keluarga korban yang datang dari luar daerah, penginapan, maupun konsumsi selama adik-adik dirawat, ditanggung sepenuhnya oleh ASDP,” jelas Faisal.
Tidak hanya itu, biaya pengobatan dan kebutuhan kesehatan lainnya juga dijamin. Menurut Faisal, selain perlindungan melalui asuransi, ASDP turut membantu menanggung berbagai biaya yang muncul akibat insiden tersebut.
“Kalau obat dan kebutuhan kesehatan lainnya itu sudah pasti ditanggung. Di samping ada asuransi, PT ASDP juga sudah berkomitmen membantu segala biaya yang ditimbulkan,” tambahnya.
Sementara itu, Yusnilayani, orang tua salah satu korban, M. Dio Febriyanto asal Medan, mengaku bersyukur dan puas dengan pelayanan yang diterima sejak mendampingi anaknya menjalani perawatan di RSUDZA.
“Kami sebagai orang tua tentu sedih karena ini musibah. Tapi alhamdulillah sekali di sini pelayanannya bagus,” kata Yusnilayani.
Ia mengaku seluruh kebutuhan keluarga selama berada di Banda Aceh telah dipenuhi dengan baik, mulai dari konsumsi hingga tempat menginap. Menurutnya, perhatian yang diberikan kepada korban dan keluarga sangat membantu di tengah situasi yang sedang mereka hadapi.
“Semua kebutuhan kami selama di sini diperhatikan dengan baik. Kami merasa sangat terbantu,” ujarnya.
Pemerintah Aceh menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan seluruh korban hingga kondisi mereka membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Musibah KMP Aceh Hebat 2 memang menyisakan duka. Namun di tengah situasi sulit itu, sinergi antara pemerintah, rumah sakit, dan ASDP menjadi harapan bagi para korban dan keluarganya untuk bangkit dan pulih sepenuhnya.
[Anisaton Humaira]
