
Kondisi korban ledakan KMP Aceh Hebat di IGD RSUDZA. Foto: AJNN/Imamatunnisa Farha.
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Secercah harapan mulai terlihat bagi para korban ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Mayoritas pasien dilaporkan mengalami perkembangan positif dan berangsur pulih, meski beberapa di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif.
Kabar baik ini datang setelah salah satu korban, Fakhri Herdieco (19), meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) usai menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.
Humas RSUDZA, Rahmadi, mengatakan dari total 14 korban yang sempat dirawat, sebagian besar kini menunjukkan kondisi yang semakin membaik.
“Di ICU 1, pasien atas nama Iqbal Diansyah (20) masih dalam kondisi lemah, tetapi stabil dan terus berada dalam pemantauan dokter,” kata Rahmadi, Senin (22/6/2026).
Sementara itu, di ICU 2, Muhammad Zulfikar (19) masih menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator dengan kondisi sirkulasi yang relatif stabil.
Pasien lain di ruang yang sama, Mujiburrahman (23), juga masih menjalani perawatan menggunakan ventilator dan terus dipantau secara intensif oleh tim medis.
Di luar ruang perawatan intensif, perkembangan yang lebih menggembirakan terlihat di Ruang Raudah 7. Enam pasien yang dirawat di ruangan tersebut dilaporkan mengalami kemajuan kesehatan yang cukup signifikan.
Billy Subana Sitepu (16), Soufi Ramadhan (20), dan Reyhan Gunawan (19) berada dalam kondisi umum yang semakin membaik, meski masih merasakan nyeri di area bekas operasi.
“Begitu juga dengan Adit Mursandi (21), M. Dio Febrianto (18), dan Muhammad Aydil Farizshi (19). Ketiganya menunjukkan perkembangan yang positif dan terus menjalani proses pemulihan,” ujar Rahmadi.
Perkembangan serupa juga dialami lima pasien yang dirawat di ruang HCU Surgical. Agus Widodo (49), Ridho Ramadhani (20), Samuel Alvaro Aruan (15), Faris Aflandi Pratama (18), dan M. Bilal Ramzi (19) dilaporkan berada dalam kondisi yang semakin membaik.
Rahmadi menegaskan, seluruh pasien masih mendapatkan penanganan dan pemantauan sesuai kondisi medis masing-masing. Tim dokter dan tenaga kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar proses pemulihan para korban berjalan optimal.
Meski duka atas meninggalnya satu korban masih menyelimuti, perkembangan positif mayoritas pasien menjadi kabar yang membawa harapan bagi keluarga korban dan masyarakat Aceh. Setelah melewati masa kritis pascaledakan, perjuangan para korban kini berlanjut menuju pemulihan.
[Raudhah]