
Net
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Harga emas di Banda Aceh kembali bergerak ke zona merah pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Setelah sempat menguat sehari sebelumnya, harga emas perhiasan murni di sejumlah toko emas besar di ibu kota Aceh kompak turun, bahkan mencapai Rp60 ribu per mayam. Koreksi terdalam tercatat di Toko Emas Bina Nusa yang memangkas harga emas 99 persen menjadi Rp7,85 juta per mayam dari sebelumnya Rp7,91 juta.
Penurunan harga terjadi hampir di seluruh gerai emas utama di Banda Aceh. Tak hanya emas perhiasan, harga emas batangan lokal dan Logam Mulia (LM) juga ikut terkoreksi, termasuk nilai beli kembali (buyback) yang di sejumlah toko mengalami penurunan cukup tajam.
Kondisi ini sekaligus memutus tren penguatan yang sempat terjadi pada awal pekan. Para pelaku pasar ritel menyebut pergerakan harga emas saat ini sangat dinamis dan dipengaruhi fluktuasi pasar domestik maupun global sehingga masyarakat cenderung memilih bersikap wait and see sebelum melakukan transaksi.
Gerai yang mencatat penurunan paling dalam adalah Toko Emas Bina Nusa yang beralamat di Jalan Tgk Chik Pante Kulu No. 36, Pasar Aceh. Harga emas perhiasan murni berkadar 99 persen di toko tersebut turun Rp60 ribu per mayam menjadi Rp7.850.000.
Sementara itu, harga emas batangan lokal 99,5 persen dijual Rp2.360.000 per gram atau turun Rp25 ribu, dengan harga buyback Rp2.300.000 per gram. Untuk Logam Mulia 99,99 persen, harga jual turun Rp10 ribu menjadi Rp2.435.000 per gram dan buyback turun Rp10 ribu menjadi Rp2.365.000 per gram.
Penurunan serupa juga terjadi di kawasan Ulee Kareng. Berdasarkan pantauan pada platform resmi Toko Emas Al-Fath, harga emas perhiasan murni dipangkas Rp50 ribu per mayam menjadi Rp7.800.000.
Harga emas batangan lokal di toko tersebut turun Rp20 ribu menjadi Rp2.380.000 per gram dengan buyback Rp2.300.000 per gram. Sedangkan Logam Mulia dijual Rp2.440.000 per gram atau turun Rp20 ribu. Nilai buyback LM bahkan anjlok Rp60 ribu menjadi Rp2.330.000 per gram.
Di kawasan Pasar Aceh, Toko Mas Kencana juga menyesuaikan harga. Harga emas perhiasan murni turun Rp50 ribu menjadi Rp7.775.000 per mayam.
Adapun emas batangan lokal dijual Rp2.375.000 per gram atau turun Rp10 ribu dengan buyback Rp2.330.000 per gram yang terkoreksi Rp5 ribu. Menariknya, harga jual Logam Mulia di toko ini justru naik tipis Rp20 ribu menjadi Rp2.465.000 per gram, meski harga buyback masih turun Rp5 ribu menjadi Rp2.360.000 per gram.
Sementara itu, Toko Mas Aroma yang berlokasi di Jalan Idi No. 3, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, tercatat menjadi gerai dengan penyesuaian harga paling landai.
Harga emas perhiasan di toko tersebut hanya turun Rp20 ribu per mayam menjadi Rp7.780.000, dari sebelumnya Rp7.800.000 pada perdagangan Senin (22/6/2026).
Sebagai informasi, satu mayam emas dalam sistem perdagangan tradisional Aceh setara dengan 3,33 gram. Harga yang tercantum di tingkat pedagang merupakan harga dasar dan belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan.
Ongkos pembuatan di Banda Aceh umumnya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per mayam, tergantung tingkat kerumitan desain dan model yang dipilih konsumen.
Penurunan serentak harga emas pada perdagangan Selasa ini mencerminkan tingginya dinamika pasar logam mulia yang bergerak cepat. Kondisi tersebut membuat sebagian investor ritel dan masyarakat memilih mencermati perkembangan pasar dalam beberapa hari ke depan sebelum memutuskan membeli ataupun menjual emas.[an]