
Penampilan malam puncak Bhayangkara Fest 2026 di Banda Aceh. [foto:raifan]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Gemerlap lampu, riuh tepuk tangan, dan antusiasme ribuan warga menyatu pada malam puncak Bhayangkara Fest 2026 di Lapangan Merah Mapolda Aceh, Senin (22/6/2026). Penampilan penyanyi solo populer Ghea Indrawari dan kompetisi fashion show menjadi sajian utama yang menutup festival empat hari tersebut, sekaligus menandai suksesnya peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang menghadirkan hiburan, religiusitas, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu panggung kebersamaan.
Sejak dibuka pada 19 Juni lalu, Bhayangkara Fest 2026 yang digelar Polda Aceh sukses menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah di Aceh. Setiap hari, Lapangan Merah Mapolda Aceh dipadati pengunjung yang ingin menikmati berbagai kegiatan yang dikemas secara edukatif, religius, dan menghibur.
Malam penutupan menjadi salah satu momen yang paling dinanti. Ribuan pengunjung kembali memadati lokasi acara untuk menyaksikan secara langsung penampilan Ghea Indrawari, penyanyi solo muda yang dikenal melalui sejumlah lagu hits dan gaya bermusiknya yang khas. Kehadirannya menjadi magnet utama yang membuat suasana Banda Aceh semakin semarak.
Sebelum konser utama dimulai, panggung Bhayangkara Fest terlebih dahulu diramaikan dengan kompetisi fashion show yang menampilkan kreativitas dan bakat para peserta dari berbagai daerah di Aceh. Penampilan para peserta yang percaya diri dan penuh gaya mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, mengatakan Bhayangkara Fest 2026 dirancang sebagai wadah kebersamaan yang harmonis antara Polri dan seluruh elemen masyarakat. Antusiasme warga yang terus memadati lokasi acara selama empat hari menjadi bukti bahwa festival tersebut diterima dengan baik dan memberikan manfaat luas.
“Bhayangkara Fest bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang silaturahmi dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan yang luar biasa,” ujarnya.
Sebelum mencapai malam puncak, Bhayangkara Fest 2026 telah menghadirkan berbagai agenda yang menyedot perhatian masyarakat. Pada malam pembukaan, ribuan jemaah dan generasi muda memadati lokasi untuk mengikuti Kajian Islam bersama Ustaz Adi Hidayat. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut hingga acara berakhir.
Memasuki hari kedua, suasana festival semakin semarak dengan digelarnya berbagai perlombaan kreatif, seperti lomba azan, monolog, dan band. Penampilan grup musik D’Masiv pada malam harinya sukses mengajak pengunjung bernostalgia melalui deretan lagu hits yang mereka bawakan.
Tak kalah meriah, pada Minggu (21/6) pagi, ajang Bank Aceh Bhayangkara Run 2026 berhasil menggerakkan sekitar 4.200 pelari yang mengikuti kategori 5 kilometer dan 10 kilometer. Kegiatan tersebut menjadi salah satu event lari terbesar di Aceh tahun ini dan semakin memperkuat daya tarik Bhayangkara Fest sebagai festival yang menyatukan berbagai kalangan.
Selain menghadirkan hiburan dan olahraga, Bhayangkara Fest 2026 juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Bazar UMKM yang menghadirkan aneka kuliner khas, kerajinan tangan, serta produk kreatif lokal ramai dikunjungi warga. Berbagai komunitas seni dan hobi di Aceh juga turut meramaikan kegiatan melalui pameran yang edukatif dan interaktif.
Kesuksesan Bhayangkara Fest 2026 menjadi cerminan eratnya hubungan Polri dan masyarakat Aceh. Dari kajian Islam yang dipadati jemaah, ajang lari yang diikuti ribuan peserta, hingga konser musik dan bazar UMKM yang menggeliatkan ekonomi rakyat, seluruh rangkaian kegiatan membuktikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, kreativitas, dan optimisme masyarakat Aceh menuju masa depan yang lebih harmonis.
[Anisaton Humaira]