
Jamaah haji Aceh di Madinah. Foto/Pemprov
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH- Jumlah jamaah haji asal Aceh yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali bertambah. Hingga Kamis (25/6/2026), tercatat sebanyak 18 jamaah haji Embarkasi Aceh wafat di Arab Saudi.
Kepala Subbagian Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, H. Darwin, mengatakan jamaah terakhir yang dilaporkan meninggal dunia adalah Fatimah Basyah, anggota Kloter BTJ-09 asal Kabupaten Aceh Jaya.
Menurut Darwin, almarhumah meninggal dunia di Madinah pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 11.35 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia bertambah satu orang. Almarhumah Fatimah Basyah dari Kloter BTJ-09 asal Aceh Jaya wafat di Madinah pada 23 Juni 2026 pukul 11.35 WAS,” ujarnya.
Atas peristiwa tersebut, PPIH Aceh menyampaikan belasungkawa dan mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kami juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan,” kata Darwin.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga saat ini sebanyak 18 jamaah haji Embarkasi Banda Aceh telah meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Sebagian besar jamaah yang wafat merupakan lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit penyerta, seperti gangguan jantung, gagal napas, penyakit ginjal, hingga syok kardiogenik.
Para jamaah yang meninggal dunia berasal dari sejumlah daerah di Aceh, di antaranya Aceh Timur, Pidie Jaya, Pidie, Bireuen, Aceh Besar, Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Selatan, Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Jaya.
PPIH Aceh terus mengingatkan jamaah yang masih berada di Madinah agar menjaga kondisi kesehatan dengan mengatur waktu istirahat, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta tidak memaksakan diri dalam beribadah, terutama bagi jamaah lanjut usia maupun yang memiliki penyakit bawaan.
Selain itu, petugas kesehatan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi jamaah menjelang proses pemulangan ke Tanah Air guna memastikan seluruh jamaah dapat kembali dalam keadaan sehat dan selamat.
[Raudhah]