
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Sejumlah mahasiswa bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi berunjukrasa di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (3/7/2026) sore. Mereka menuntut Pemerintah Aceh dan pusat menyelesaikan berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat penanganan maksimal, mulai dari bencana hingga aktivitas pertambangan.
Aksi yang diikuti massa dari BEM UI, PEMA UIN Ar-Raniry, PEMA USM, PEMA UNIDA, serta Aliansi Rakyat Aceh (ARA) itu tiba di halaman Kantor Gubernur Aceh sekira pukul 16.40 WIB.
Aksi sempat diwarnai saling dorong antara mahasiswa dan personel kepolisian yang mengawal jalannya aksi. Meski demikian, massa akhirnya berhasil masuk ke kawasan kantor melalui akses pintu keluar.
Sebagai bentuk protes, para demonstran membakar ban bekas di depan gerbang kantor gubernur. Mereka juga mencoret beberapa tiang di area kantor menggunakan pilox dengan tulisan “Pemerintah Sakit”.
Dalam orasinya, massa meminta pemerintah bersedia membuka ruang dialog agar berbagai data dan fakta yang mereka bawa dapat disampaikan secara langsung.
“Kami ingin berdialog. Fakta dan data yang kami miliki harus didengar oleh pemerintah,” ujar salah seorang perwakilan massa.
Salah satu orator dari BEM UI, Abid, menyoroti lambannya respons pemerintah dalam menangani bencana yang terjadi di Aceh. Ia menilai belum ditetapkannya status bencana nasional menunjukkan pemerintah belum memberikan perhatian yang serius terhadap masyarakat terdampak.
“Belum adanya penetapan status bencana nasional menjadi bukti bahwa pemerintah belum menunjukkan kepedulian yang serius kepada korban bencana,” kata Abid.
[Raudhah]



