
11 Korban ledakan KMP Aceh Hebat 2 masih menjalani perawatan medis di RSUDZA, Jumat (3/7/26) (Foto/mediasurak.id/Raudhah)
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Sebanyak 11 korban ledakan ruang mesin Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Sementara satu korban lainnya telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) RSUDZA, Rahmadi, mengatakan korban yang telah dipulangkan adalah Soufi Ramadhan (20). Ia diizinkan meninggalkan rumah sakit sejak 26 Juni 2026 setelah kondisi kesehatannya membaik.
“Pasien yang masih dirawat saat ini berada di ruang rawat inap dan RCU,” ujar Rahmadi, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, enam pasien menjalani perawatan di Ruang Raudah 7, tiga pasien dirawat di HCU Surgical, sedangkan dua pasien lainnya berada di Ruang Zamzam 3.
Insiden ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 sebelumnya mengakibatkan 15 orang harus mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 14 orang merupakan taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, sementara satu korban lainnya adalah anak buah kapal (ABK) KMP Aceh Hebat 2.
Hingga awal Juli 2026, tiga korban dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Mereka adalah Fahri Herdieco, Muhammad Bilal Ramzi, dan Muhammad Zulfikar.
Fahri Herdieco menjadi korban pertama yang meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) pukul 22.10 WIB. Selanjutnya, Muhammad Bilal Ramzi mengembuskan napas terakhir pada Kamis (25/6/2026) pukul 20.30 WIB dan yang terakhir Muhammaf Zulfikar meninggal pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 01.00 WIB.
[Raudhah]



