
MEDIASURAK.ID SIGLI – Sejumlah pedagang keripik khas Saree, Kabupaten Aceh Besar, mulai memindahkan lapak dagang mereka ke sepanjang jalan nasional di kawasan Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Perpindahan dilakukan sebagai upaya mempertahankan usaha menyusul sepinya kendaraan yang melintasi kawasan Saree, sejak beroperasinya Tol Trans-Sumatra.
“Sejak jalan tol beroperasi penuh, kendaraan yang lewat Saree menyusut drastis. Jualan kami sepi sekali di sana. Makanya kami nekat pindah ke Padang Tiji karena di sini dekat dengan gerbang keluar tol (exit tol) dan mobil interlokal masih ramai melintas,”kata Suryani salah seorang pedagang, Rabu kemarin.
Beroperasinya jalan tol kata dia, telah mengubah pola perjalanan masyarakat pengguna kendaraan bermotor. Mereka lanjut Suryani kini cenderung melintasi jalan tol ketimbang jalur lama. Akibatnya, sumber pemasukan pedagang oleh oleh khas sare yang sebelumnya berasal dari pengendara ikut terdampak.
Padang Tiji kemudian dipilih karena dinilai memiliki lokasi yang strategis. Selain berada di sekitar gerbang keluar tol, kawasan tersebut juga masih dilalui kendaraan umum maupun pribadi yang menggunakan jalur nasional. Di sisi lain, ketersediaan lahan di sepanjang bahu jalan memungkinkan para pedagang mendirikan lapak semi permanen.
“Tapi Alhamdulilas, sejak disini (Padang Tiji) pelan-pelan omzet kami mulai naik lagi,” ujar Suryani.
Keberadaan pedagang di gerbang keluar tol mendapat respons positif dari pengguna jalan. M. Jakfar, sopir angkutan L-300 trayek Banda Aceh–Medan, menilai perpindahan tersebut memudahkan para pelintas untuk membeli oleh-oleh tanpa harus memutar jauh ke Saree.
“Bagi kami para sopir, perpindahan mereka ini sebenarnya menguntungkan karena tidak perlu repot memutar jauh kalau mau beli oleh-oleh keripik pesanan orang rumah. Sekarang di Padang Tiji pun suasananya sudah mirip Saree mini,” katanya.
Perpindahan pedagang ini sekaligus memunculkan geliat ekonomi baru di Kecamatan Padang Tiji. Kawasan yang dulu sepi kini ramai dengan aktivitas jual beli. Kondisi ini membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar sekaligus menghadirkan alternatif lokasi berburu oleh-oleh khas Aceh bagi para pelancong.
Selain keripik singkong, dilokasi ini, pembeli juga dapat berburu aneka kripik lainnya seperti keripik pisang, dan berbagai camilan khas Aceh. Aneka jajanan yang dijajakan perlahan menciptakan pusat singgah baru bagi masyarakat maupun pengendara yang melintasi jalur Banda Aceh–Medan.
Meski demikian, pemerintah setempat mengingatkan agar aktivitas perdagangan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Para pedagang diimbau menjaga kebersihan lingkungan serta menata lapak dagang agar tidak memakan badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas kendaraan.



