
MEDIASURAK.ID BANDAACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, mengimbau masyarakat dan pelaku usaha di Aceh untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Partisipasi dilakukan dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan akurat kepada petugas Badan Pusat Statistik (BPS).
“Data yang valid menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah sehingga program pembangunan yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata M. Nasir usai mengikuti kegiatan Senam Bersama Pemerintah Aceh dan Nonton Bareng Piala Dunia di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, kebijakan yang disusun dengan data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat dan akurat. Ia mencontohkan pentingnya validitas data dengan mengingat pengalaman penyusunan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 yang sempat menghadapi gugatan akibat persoalan keakuratan data.
“Sensus ekonomi akan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat, mulai dari tingkat kemiskinan, perkembangan dunia usaha, hingga potensi ekonomi di setiap daerah. Informasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam merancang berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah,”jelasnya.
Lebih lanjut M. Nasir menyampaikan saat ini, pemerintah Aceh menerima dana Tranfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 824 miliar dari pemerintah pusat yang pengelolaannya dilakukan 12 Satuan Kerja Pemerintah Aceh. Pengunaan dana ini difokuskan pada penanganan dampak bencana hidrometeorologi.
Selain rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pengunaan dana ini juga berfokus pada program bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak, serta pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi seperti jaringan irigasi dan jalan.
“Aceh juga memperoleh tambahan alokasi anggaran sekitar Rp515 miliar dari pemerintah pusat yang akan digunakan untuk merehabilitasi lebih dari 40 ribu hektare lahan persawahan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat bencana,”tutupnya.



