
MEDIASURAK.ID, JANTHO – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris menyatakan dukungan penuh Pemerintah setempat terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Aceh Raya. Panitia pembentukan DOB Aceh Raya diminta mempersiapkan diri seiring peluang pemekaran yang dinilai semakin terbuka.
“Perjuangan pemekaran tidak berhenti pada kelengkapan administrasi, tetapi diperkuat dengan konsolidasi seluruh elemen masyarakat,”kata Muharram Idris saat bertemu panitia, tokoh dan pengurus Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Raya di The Pade Hotel, Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (15/9/2026) malam.
Pertemuan itu turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti SIKom, Asisten I Setdakab Farhan AP, Asisten II Setdakab H. M. Ali SSos MSi, serta jajaran pengurus CDOB Aceh Raya. Muharram menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran pemuda, mahasiswa dan perempuan Aceh Raya serta membuka ruang bagi tokoh masyarakat, pengusaha dan kelompok lainnya untuk terlibat.
“Saya menyakini pemekaran ini sudah tidak lama lagi, kalau kita tidak siap maka akan tertinggal,” tegas Syech Muharram.
Menurutnya, pemerintah pusat mulai membuka ruang komunikasi dengan daerah-daerah yang memiliki aspirasi pemekaran. Daerah yang memiliki hajat pemekaran lanjut Muharram, telah diundang dalam agenda bersama DPR RI, DPD RI dan Kementerian Dalam Negeri.
“Momentum ini harus dimanfaatkan Aceh untuk menyatukan suara dan membangun kolaborasi antar kabupaten/kota. Kita perlu berkolaborasi dengan kabupaten/kota yang lain di Aceh supaya satu suara untuk pemekaran,” ujarnya.
Muharram mengaku dirinya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait peluang pencabutan moratorium pemekaran, termasuk anggota DPR RI M. Nasir Djamil dan jajaran Kementerian Dalam Negeri.
“Memang ada perhatian terhadap wilayah Aceh yang memiliki cakupan luas, termasuk Aceh Besar, untuk memperoleh ruang dalam agenda pemekaran,”katanya.
Pemekaran Aceh Raya dari Aceh Besar kata Muharram memiliki dasar yang kuat, terutama untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat. Langkah ini menyusul luasnya wilayah sehingga menjadi tantangan dalam pembinaan gampong, pengawasan, pembangunan serta pemerataan pelayanan dasar.
“Makanya kita layak untuk dimekarkan. Sehingga layanan dasar kepada masyarakat juga akan lebih baik,” katanya.
Syech Muharram meminta panitia pemakaran yang selama ini bergerak, baik panitia percepatan yang dibentuk pemerintah daerah maupun panitia dari tujuh kecamatan, untuk membuka diri dan memperkuat koordinasi.
“Tolong buka diri, bentuk lagi pemuda, perempuan dan mahasiswa Aceh Raya. Juga membuka diri kepada para tokoh-tokoh lain yang ingin membantu pemekaran Aceh Raya,” pintanya.
Ia mengajak seluruh pihak menggalang persatuan, dukungan dan berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat proses pemekaran. “Libatkan semua pihak untuk bersama demi percepatan pembentukan Aceh Raya,” tegasnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti SIKom. Dia meminta penguatan kembali peran pemuda dan mahasiswa Aceh Raya.
“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan bahwa pemuda dan mahasiswa Aceh Raya itu harus dibentuk kembali,” katanya.
Sekretaris Aceh Raya Teungku Helmi menyampaikan persyaratan administratif dan studi kelayakan pembentukan Aceh Raya telah dipersiapkan dan disampaikan kepada Kemendagri, DPD RI dan DPR RI. Begitupun, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dituntaskan, termasuk dukungan pembiayaan dan penyelesaian sertifikat lahan untuk rencana pusat pemerintahan Aceh Raya.



