
Massa masih bertahan di depan kantor Gubernur. [Fot0/mediasurak.id/Raudhah Jannah]
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Ratusan mahasiswa bersama Aliansi Rakyat Aceh (ARA) dan berbagai elemen masyarakat kembali menggelar aksi demonstrasi jilid IV di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin (18/5/2026).
Aksi tersebut tetap berlangsung meski sebelumnya Muzakir Manaf atau Mualem telah menyatakan bahwa program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali berjalan normal tanpa pembatasan desil.
Dalam keterangannya, Mualem menegaskan biaya pengobatan masyarakat Aceh tetap ditanggung melalui skema JKA.
“Pembiayaan akan ditanggung oleh JKA untuk orang yang sakit dalam skema JKA, jadi tidak ada pembatasan desil,” ujar Mualem.
Namun bagi massa aksi, pernyataan lisan gubernur dinilai belum cukup menjamin kepastian hukum sebelum adanya dokumen resmi pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA.
Karena itu, para demonstran mendesak Pemerintah Aceh segera menerbitkan surat resmi atau keputusan tertulis yang ditandatangani langsung gubernur sebagai bukti pencabutan regulasi tersebut.
Massa Tertahan di Depan Gerbang
Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan massa mulai memadati kawasan depan Kantor Gubernur Aceh sejak siang hari.
Meski aksi berlangsung relatif tertib, akses menuju halaman kantor gubernur masih ditutup aparat keamanan. Gerbang utama kantor gubernur terlihat tetap tertutup hingga sore hari.
Salah seorang mahasiswa peserta aksi, Dani, mengatakan massa hingga kini belum diperbolehkan masuk ke area kantor gubernur.
“Ratusan sudah di depan pagar, tapi belum dibolehkan masuk ke halaman kantor,” ujarnya.
Para demonstran tampak membawa spanduk dan poster tuntutan sambil terus berorasi meminta pemerintah segera mengeluarkan dokumen resmi pencabutan Pergub JKA.
Tuntut Kepastian Hukum
Aksi jilid IV ini menunjukkan bahwa polemik Pergub JKA belum sepenuhnya mereda meski pemerintah telah menyampaikan pernyataan pencabutan.
Massa menilai kepastian hukum sangat penting agar tidak terjadi multitafsir di lapangan, terutama terkait pelayanan kesehatan masyarakat miskin dan peserta JKA.
Hingga sore hari, para demonstran masih bertahan di depan Kantor Gubernur Aceh sambil menunggu respons resmi dari pemerintah.
Situasi di sekitar lokasi aksi terpantau dijaga aparat keamanan untuk mengantisipasi kemungkinan memanasnya demonstrasi.
(Raudhatul Jannah)