
MEDIASURAK.ID BANDA ACEH – Pemimpin redaksi sejumlah media yang tergabung dalam Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Aceh, beraudiensi dengan Plt Sekda Aceh, Taufik Rabu (2/9/26). Audiensi merupakan upaya FPMA dalam menguatkan Jurnalisme, ditengah derasnya hoax dan Algoritma yang dinilai turut berdampak pada media konvensional.
“Kami butuh dukungan agar ekosistem pers tetap sehat. Pimpinan redaksi harus mampu menjaga kecepatan tanpa mengorbankan akurasi,” kata Ketua FPRMI Aceh, Muhammda Saleh disela pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh itu.
Muhammad Saleh mengatakan saat ini media konvensional tertekan dengan derasnya hoax dan Algoritma. Data Juli 2026 kata dia, menunjukkan 64% sumber berita online adalah hoax. Sementara 90% dari 1500 laporan ke Dewan Pers adalah soal ketidakberimbangan.
“Ini belum lagi persaingan dengan influencer dan perubahan algoritma platform digital yang membuat trafik media tiba-tiba drop,”ungkapnya.

Plt Sekda Aceh Taufik (tengah) saat menerima audiensi FPRMA, Rabu (2/9/26). Foto : Dok FPRMA
Untuk itu lanjut Muhammad Saleh, FPRMA berharap Pemerintah Aceh turut berpartisipasi dalam upaya menciptakan ekosistem pers yang tetap sehat ditengah maraknya hoax. Sebagai upaya meminimalisir penyebaran hoax kata dia, FPRM Aceh juga akan mensosialisasikan hal tersebut lewat berbagai sarana maupun kegiatan.
“Dalam waktu dekat kami akan menggelar diskusi publik bertema “Potensi Jerat Pidana Dalam Produk Jurnalistik” dengan nara sumber dari Dewan Pers.” kata Muhammad Saleh.
Sementara itu, Plt. Sekda Taufik menyambut baik upaya FPRM Aceh dalam menciptakan pers yang sehat. Sebagai mitra pemerintah, Taufik berharap pers terus mengawal pembangunan dan kebijakan pemerintah Aceh.
“Pemerintah tentu Aceh mendukung upaya rekan-rekan pers dan untuk itu, kami mengajak rekan-rekan pers terus membangun komunikasi terbuka agar informasi ke masyarakat akurat dan bertanggung jawab. Pemerintah Aceh membuka pintu bagi kritik dan masukan media demi tata kelola pemerintahan yang lebih baik,”tutupnya.



