
MEDIASURAK,ID BANDA ACEH – Gempa berkekuatan 5,5 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Rabu (22/07/2026), tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Begitupun gempa susulan masih mengguncang wilayah tersebut.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, namun dua aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 4,3 masih terjadi,” kata Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdi, Rabu (22/07/2026).
Andi mengatakan BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di Aceh setelah gempa bumi di Kabupaten Gayo Lues itu. paska gempa utama tersebut, pihaknya telah merekam dua kali gempa susulan (aftershock) terjadi.
“Sebelum gempa utama, BMKG juga mendeteksi satu gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan magnitudo 3,8,” ungkapnya.
Menurut Andi gempa utama yang terjadi pada pukul 11.18 WIB tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa berpusat di darat pada kedalaman 9 kilometer, sekitar 36 kilometer di timur laut Kabupaten Gayo Lues.
“Gempa ini tergolong gempa dangkal yang diperkirakan dipicu aktivitas Sesar Oreng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan geser atau strike slip,” ujarnya.
BMKG mencatat guncangan paling kuat dirasakan di Kabupaten Gayo Lues dengan intensitas V MMI. Getaran juga dirasakan di Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dengan intensitas IV MMI.
Sementara itu, warga di Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang juga merasakan getaran dengan intensitas III MMI.
“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Hindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG.” tutupnya.



