
MEDIASURAK.ID BANDA ACEH – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, permintaan bendera Merah Putih di Banda Aceh mulai meningkat. Kondisi ini dimanfaatkan pedagang musiman yang mengaku meraup untung hingga Rp3 juta per hari.
Salah seorang pedagang di Banda Aceh, Safura Yulinda, mengatakan lonjakan pembeli mulai terasa sejak awal Agustus. Masyarakat mulai membeli bendera untuk dipasang di rumah, tempat usaha, maupun perkantoran.
“Penghasilannya banyak, sehari bisa dapat Rp3 juta. Itu kami bagi lagi sama orang tua, jadinya per orang dapat Rp1 juta, itu untuk untungnya saja,” ujar Safura, Selasa lalu.
Safura menuturkan telah berjualan bendera selama kurang lebih satu dekade. Usaha yang dirintis sejak masih duduk di bangku kuliah itu menjadi sumber pendapatan tambahan setiap menjelang perayaan Hari Kemerdekaan.
Untuk melayani tingginya permintaan, ia membuka tiga lapak penjualan yang berlokasi di depan Taman Budaya Aceh, kawasan Gunongan, dan dekat Kuburan Belanda. Lapak beroperasi sejak pagi hingga sore, bahkan pada waktu tertentu tetap buka hingga malam hari karena masih banyak pembeli yang datang.
“Kami buka mulai pagi sampai sore, kadang malam juga buka karena masih banyak yang datang membeli,” katanya.
Beragam ukuran bendera ditawarkan dengan harga mulai dari Rp20 ribu hingga Rp350 ribu per lembar. Bendera berukuran besar yang umumnya digunakan oleh instansi atau perkantoran menjadi produk dengan harga paling tinggi.
“Bendera kami jual mulai Rp20 ribu, Rp50 ribu sampai yang paling besar untuk kantor harganya Rp350 ribu,” ujarnya.
Safura menjelaskan seluruh bendera yang dijual merupakan hasil produksi keluarganya sendiri. Proses pembuatan telah dilakukan jauh sebelum Agustus agar persediaan tetap mencukupi ketika permintaan mulai meningkat.
Ia memperkirakan penjualan terus bertambah hingga mendekati 17 Agustus, seiring semakin banyak masyarakat yang memasang bendera Merah Putih untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.



