
MEDIASURAK.ID,JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengutuk keras pembakaran pesawat dan tindakan keji yang menewaskan pilot pesawat PT.AMA Air PK-RCY, di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tragedi yang menimpa pilot berkebangsaan AS tersebut dinilai sebagai keji yang tidak dapat ditoleransi karena merenggut nyawa, serta mengganggu pelayanan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
“Pemerintah mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap pilot pesawat AMA. Ini bentuk tindak pidana yang tidak dapat dibenarkan, karena tidak saja mencederai kemanusiaan, tapi juga mengganggu pelayanan kepada masyarakat Papua,” kata Menko Djamari Chaniago dalam siaran pers yang diterima redaksi media ini, Jumat (3/7/2026).
Djamari mengatakan aksi yang menimpa Pilot Pesawat tersebut sebagai tindakan brutal dan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan layanan publik di Papua Pegunungan yang bergantung transportasi udara. Sejak menerima informasi, Kemenko Polkam, kata Djamari terus memonitor dan memperhatikan secara seksama serta melaksanakan langkah-langkah koordinatif.
“Pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan dan tindakan keji terhadap masyarakat maupun sarana transportasi udara yang menjadi urat nadi pelayanan bagi kehidupan masyarakat di Papua. Kemenko Polkam akan terus mendorong proses penyelidikan dan langkah penegakan hukum yang tegas oleh aparat TNI-Polri terhadap pelaku” tegas Djamari.
Menurut Djamari paska insiden yang terjadi, Kemenko Polkam terus melakukan langkah kordinatif dengan TNI/Polri, dan kementerian/lembaga maupun instansi terkait. Ia mengapresiasi personel TNI/Polri serta semua unsur yang terlibat dalam mengevakuasi jenazah pilot pesawat dengan Nomor Seri 923 tersebut pada Jumat 3/7/2026 sekira pukul 09.00 WIT.
“Saat ini jenazah telah berada di RST Timika untuk selanjutnya Koops TNI Habema akan menyerahkan kepada PT AMA untuk diterbangkan ke Jakarta.



