
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh beraudiensi dengan PltbSekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik jumat (4/9/2026). Dalam pertemuan, mahasiswa berharap pemerintah transparans dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh.
“Kami menyampaikan harapan agar Pemerintah Aceh transparan terkait data penanganan bencana, baik masa tanggap darurat, transisi, maupun rehab-rekon,” kata Ketua Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Zuhari Alvinda Haris disela kegiatan tersebut.
Dia mengatakan sembilan bulan paska bencana, bukanlah waktu yang singkat, sehingga pemerintah harus memberi penjelasan yang terbuka mengenai progres penanganan bencana yang telah berjalan. Selain progres, keterbukaan juga menyangkut penggunaan dan realisasi anggaran serta program pemulihan bagi penyintas banjir.
“Pada posisi ini kita harus sadar bahwa sembilan bulan paska bencana masih ada persoalan serius dalam pelaksanaan fungsi pemerintah sebagai pemegang amanah rakyat,” ujarnya.
Zuhari juga menyorot struktur pemerintahan Aceh yang baru, khususnya posisi Sekretariat Daerah Aceh yang kini dipimpin Taufik. Menurutnya, pengalaman Taufik yang sebelumnya Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) menjadi modal, memahami perjalanan penanganan bencana, khususnya pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Sebagai sosok yang pernah di posisi Kadis Perkim, tentu beliau mengetahui bagaimana proses perjalanan penanganan bencana, khususnya pada masa rehab-rekon ini,” kata Zuhari.
Zuhari menegaskan, mahasiswa tidak akan berhenti mengawal persoalan penanganan bencana hidrometeorologi. Langkah ini sesuai posisi mahasiswa yang memiliki posisi sebagai mitra kritis pemerintah yang harus memastikan kepentingan masyarakat.
“Kami sebagai mahasiswa akan tetap mengawal seluruh persoalan yang berkaitan dengan bencana hidrometeorologi. Kami juga akan menjadi mitra kritis pemerintah untuk memastikan seluruh kepentingan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Zuhari memastikan mahasiswa masih menunggu komitmen Pemerintah Aceh untuk menyerahkan data penanganan bencana secara keseluruhan kepada mahasiswa. Data itu ditunggu mahasiswa paling lambat hingga Senin, 7 September 2026, sesuai komitmen Asisten II Pemerintah Aceh yang turut hadir dalam audiensi.
“Kami akan tetap menunggu data keseluruhan ini hingga Senin, 7 September 2026. Kami juga mengapresiasi respons pemerintah Aceh yang telah menerima audiensi mahasiswa,” tutupnya.



