
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berunjukrasa ke Kantor Gubernur Aceh, Kamis (10/9/2026). Mereka menuntut percepatan rehabelitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana bencana hidrometeorologi di Aceh akhir tahun 2025.
“Kami membawa tiga pilar tuntutan terkait infrastruktur, kesehatan dan pendidikan serta pemulihan ekonomi,” kata Koordinator Aksi, Ammar Nabil disela aksi.
Ammar mengatakan, meski telah berlalu 10 bulan, namun rehab-rekon Aceh oleh pemerintah belum optimal. Padahal kata Ammar, infrastruktur, kesehatan serta pendidikan menjadi kebutuhan mendesak yang dibutuhkan penyintas banjir di Aceh.
“Sektor pendidikan dan kesehatan belum memadai. Bahkan dari segi ekonomi rakyat terutama sawah milik warga yang terdampak masih terendam lumpur,” lanjutnya.
Dalam aksinya, mahasiswa turut menyampaikan lima poin tuntutan utama diantaranya, mendesak Pemerintah Aceh mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, serta pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
“Kami juga mendesak Pemerintah Aceh membuka rincian anggaran terkait proses rehab-rekon di Aceh,” ujarnya.
Desakan serupa juga ditujukan mahasiswa pada pembangunan infrastruktur yang didorong agar tahan bencana. Pemerintah juga didesak melibatkan masyarakat dan mahasiswa dalam mengawal progres rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.
“Mendesak Pemerintah Aceh mengaudit perizinan industri ekstraktif di kawasan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Aceh,” tambah Ammar.
Orasi Mahasiswa di Halaman Kantor Gubernur Aceh itu, berlangsung tertib dikawal Puluhan personel kepolisian Kota Banda Aceh. Puas berorasi, ratusan mahasiswa ditemui Plt Sekda Aceh, Taufik.
“Kita mengerti dan menyadari rehab-rekon Aceh pascabencana belum maksimal. Kami menyambut baik tuntutan itu,” kata Taufik usai menemui mahasiswa.
Ia berharap seluruh pihak dan masyarakat bersama-sama mengawal percepatan rehab-rekon pasca bencana hidrometeorologi di Aceh.
“Kita juga berharap masyarakat cepat pulang ke rumah, ke sekolah dan mendapat kesehatan yang baik,” ujarnya.
Tidak ada kendala berarti dalam proses rehab-rekon pasca bencana di Aceh, kata Taufik.
“Prosesnya harus dijalani, termasuk penyediaan anggaran dan segala macam. Kita lihat sudah berjalan dengan baik,” tutur Taufik.
Selain itu, pihaknya akan memberikan sosialisasi terkait mitigasi bencana di tengah kondisi perubahan cuaca.
“Kita akan sampaikan ke masyarakat di kabupaten/kota,” pungkas Taufik.



