
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh untuk memperkuat reputasi internasional terus menunjukkan kemajuan. Lima mahasiswanya berhasil menembus Program Full-Time Student Exchange di Malaysia dan akan mengikuti perkuliahan selama tiga bulan di INTI International University, salah satu perguruan tinggi swasta bereputasi internasional di negara tersebut.
Keberangkatan para mahasiswa ini tidak sekadar menjadi ajang pertukaran akademik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus dalam memperluas jejaring global, meningkatkan daya saing mahasiswa, serta mendukung target UIN Ar-Raniry menjadi perguruan tinggi bereputasi di tingkat Asia pada tahun 2029.
Lima mahasiswa yang terpilih mengikuti program tersebut adalah Siti Dian Natasya Solin dari Program Studi Magister Hukum Keluarga Pascasarjana, Nawalul Azka dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, yakni M. Rihanuljinan Mubarak, Gibriel Aulia Zikrullah, dan Mohd Nabiel Alkhatir.
Mereka akan menjalani proses pembelajaran dan berbagai aktivitas akademik di INTI International University mulai 1 Juni hingga 30 Agustus 2026 melalui program kerja sama yang telah dibangun antara kedua perguruan tinggi.

Kampus INTI
Direktur International Office (I⁸O) UIN Ar-Raniry, Saiful Akmal, mengatakan kampus telah melakukan berbagai persiapan sebelum keberangkatan peserta, mulai dari proses seleksi, pembekalan akademik hingga pengarahan terkait administrasi dan keimigrasian.
“Seluruh tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan mahasiswa dapat beradaptasi dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik selama berada di Malaysia,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Saiful, program mobilitas mahasiswa internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat posisi UIN Ar-Raniry dalam jaringan pendidikan tinggi internasional.
Program tersebut juga dikoordinasikan bersama penanggung jawab student mobility UIN Ar-Raniry, Suri Wahyuni, serta pihak International Office INTI
International University untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan akademik secara optimal selama berada di Malaysia.
Keberhasilan lima mahasiswa tersebut mengikuti program internasional menjadi bukti semakin terbukanya akses mahasiswa Aceh terhadap berbagai peluang pendidikan global. Pengalaman belajar lintas negara dinilai penting untuk membangun kemampuan adaptasi, memperluas perspektif, serta meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan pendidikan masa depan.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang berhasil lolos dalam program pertukaran internasional tersebut. Ia berharap kesempatan itu dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kapasitas akademik, serta membangun jejaring internasional yang bermanfaat bagi pengembangan karier dan keilmuan mereka.
“Pengalaman belajar di lingkungan internasional akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan pendidikan global di masa depan,” katanya.
Lebih dari sekadar mengikuti perkuliahan di luar negeri, para mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi duta kampus dan duta Aceh yang memperkenalkan nilai-nilai keislaman, budaya, dan kearifan lokal kepada komunitas akademik internasional.
INTI International University sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Malaysia yang memiliki jaringan kerja sama luas dengan berbagai institusi pendidikan dunia. Melalui program pertukaran ini, mahasiswa UIN Ar-Raniry akan memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan multikultural yang dapat memperkaya perspektif akademik maupun sosial mereka.
Bagi UIN Ar-Raniry, keberangkatan lima mahasiswa tersebut menjadi bagian dari langkah nyata membangun kultur akademik berstandar internasional. Di tengah semakin ketatnya persaingan pendidikan tinggi global, pengalaman belajar lintas negara tidak hanya menjadi nilai tambah bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi indikator penting dalam memperkuat posisi kampus Aceh di kancah internasional.
[Raudhatul Jannah]