
Raja Salman
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Arab Saudi mencatat sejarah baru dalam dunia Islam. Untuk pertama kalinya sejak digelar lebih dari empat dekade lalu, perempuan resmi diizinkan mengikuti King Abdulaziz International Competition for Memorization, Recitation, and Interpretation of the Holy Qur’an — ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) internasional paling bergengsi di dunia Islam.
Keputusan monumental tersebut disetujui langsung oleh Salman bin Abdulaziz Al Saud setelah menerima rekomendasi dari Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi, Abdul Latif bin Abdulaziz Al Sheikh.
Pengumuman resmi disampaikan pada Minggu (10/5/2026) dan langsung mendapat perhatian luas dari dunia Islam internasional.
Ajang MTQ internasional yang berada di bawah naungan Kementerian Urusan Islam Arab Saudi itu selama ini dikenal sebagai salah satu kompetisi Al-Qur’an paling prestisius di dunia. Sejak pertama kali digelar pada 1979 di kompleks Masjidil Haram, kompetisi ini hanya diikuti peserta laki-laki dari berbagai negara.
Kini, dengan dibukanya kategori perempuan, para muslimah dari seluruh dunia memperoleh kesempatan tampil di panggung internasional untuk menunjukkan kemampuan hafalan, tilawah, dan pemahaman tafsir Al-Qur’an.
Menteri Abdul Latif Al Sheikh menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari visi besar kepemimpinan Saudi dalam memperluas syiar Al-Qur’an sekaligus memberdayakan generasi muda muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mohammed bin Salman atas dukungan terhadap berbagai program pengembangan Al-Qur’an di Kerajaan Saudi.
“Langkah ini mencerminkan komitmen kepemimpinan Saudi dalam mendekatkan generasi muda kepada Al-Qur’an,” ujarnya seperti dikutip media Arab Saudi.
Penambahan kategori perempuan disebut sebagai salah satu perubahan terbesar dalam sejarah kompetisi internasional tersebut yang telah berlangsung selama lebih dari 47 tahun.
Banyak pengamat menilai kebijakan ini bukan hanya simbol keterbukaan baru Saudi, tetapi juga sinyal transformasi sosial dan keagamaan yang terus berlangsung di bawah agenda reformasi Vision 2030.
Selama beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang mulai membuka ruang lebih luas bagi perempuan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, olahraga, dunia kerja, hingga kegiatan keagamaan berskala internasional.
Pemerintah Saudi memastikan seluruh persiapan teknis dan organisasi kompetisi telah mulai dilakukan guna menjaga standar tinggi pelaksanaan acara yang menjadi kebanggaan dunia Islam tersebut.
Puncak kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus mendatang di Kota Suci Makkah dan diperkirakan akan diikuti peserta dari puluhan negara Muslim.[dk]
