
Kampus UTU Meulaboh
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Proses pemilihan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh periode 2026–2030 kini memasuki fase paling menentukan. Tiga kandidat yang telah ditetapkan Senat UTU dilaporkan telah menuntaskan sesi wawancara di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Jakarta, Minggu (10/5/2026) malam.
Tahapan tersebut menjadi pintu akhir sebelum penetapan rektor definitif yang akan memimpin kampus negeri kebanggaan masyarakat pantai Barat Selatan Aceh itu selama empat tahun ke depan.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UTU, T Alamsyah, mengatakan seluruh proses wawancara telah selesai dilaksanakan dan kini panitia hanya menunggu jadwal resmi pemilihan dari kementerian.
“Untuk sesi wawancara sudah selesai. Saat ini kita tinggal menunggu jadwal pemilihan,” ujar Alamsyah kepada Serambinews.com, Selasa (12/5/2026).
Adapun tiga kandidat yang mengikuti tahapan akhir tersebut masing-masing Nyak Amir, Irwansyah, dan Iskandar AS.
Sebelumnya, Sidang Senat Terbuka UTU pada 23 April 2026 menetapkan ketiga nama tersebut setelah melalui proses penyaringan dan pemungutan suara di Ruang Rapat Senat UTU Meulaboh.
Tahapan seleksi diawali dengan pemaparan visi, misi, dan program kerja oleh empat bakal calon rektor di hadapan anggota senat universitas. Selain tiga kandidat yang lolos, seleksi juga diikuti Dahlan Abdullah dari Universitas Malikussaleh (Unimal).
Dalam pemaparan tersebut, para calon menyampaikan berbagai gagasan strategis terkait arah pengembangan UTU ke depan, mulai dari penguatan kualitas akademik, peningkatan riset dan inovasi, hingga strategi memperkuat daya saing kampus di tingkat nasional.
Usai penyampaian visi dan misi, senat melakukan pendalaman materi melalui sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar 60 menit sebelum akhirnya memasuki rapat tertutup untuk pemungutan suara yang dipimpin Ketua Senat UTU, Basri.
Pada pemungutan suara tahap pertama, Nyak Amir meraih dukungan tertinggi dengan 14 suara. Irwansyah berada di posisi kedua dengan empat suara. Sementara Dahlan Abdullah dan Iskandar AS belum memperoleh suara sehingga dilakukan pemungutan suara ulang guna menentukan kandidat ketiga.
Dalam voting ulang tersebut, Iskandar AS berhasil mengamankan posisi ketiga dengan meraih 16 suara, sedangkan Dahlan Abdullah memperoleh dua suara.
Hasil akhir sidang senat menempatkan Nyak Amir sebagai peringkat pertama, disusul Irwansyah di posisi kedua, dan Iskandar AS di posisi ketiga untuk melanjutkan tahapan seleksi di tingkat kementerian.
Sesuai mekanisme pemilihan rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN), penentuan rektor terpilih dilakukan melalui komposisi 65 persen suara Senat Universitas dan 35 persen suara Menteri.
Dengan rampungnya tahapan wawancara di kementerian, proses pemilihan Rektor UTU kini memasuki babak penentuan akhir yang akan menentukan arah kepemimpinan kampus negeri tersebut untuk periode 2026–2030.
