
Prabowo
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia kini memiliki sovereign wealth fund (SWF) atau dana kekayaan negara bernama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang disebut-sebut menjadi salah satu terbesar di dunia.
Dalam pidatonya saat meresmikan 1.062 Koperasi Desa Merah Putih, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menyebut total aset yang dikelola Danantara telah mencapai US$1.000 miliar atau setara US$1 triliun.
Jika dikonversi ke rupiah dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS, maka nilai tersebut setara sekitar Rp16.300 triliun.
Angka itu jauh melampaui APBN Indonesia per tahun dan bahkan disebut menempatkan Danantara sebagai sovereign wealth fund terbesar keenam di dunia.
“Kita punya sekarang dana kedaulatan. Sovereign Wealth Fund. Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia. Aset yang kita kelola sekarang US$1.000 miliar,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, capaian tersebut tergolong luar biasa karena Danantara baru dibentuk pada Februari 2025, sementara sejumlah SWF raksasa dunia seperti Abu Dhabi dan China telah berdiri sejak puluhan tahun lalu.
Prabowo bahkan mengklaim posisi aset Danantara kini berada di atas beberapa negara kaya minyak dan pusat keuangan dunia.
“Kita bahkan di atas Qatar, di atas Arab Saudi, juga di atas Singapura,” ujarnya.
Mesin Baru Pengelola Kekayaan Negara
Sebagai informasi, Danantara resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025 sebagai super holding investasi nasional yang mengonsolidasikan aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke dalam satu entitas strategis.
Lembaga ini dirancang menjadi “mesin investasi negara” yang memiliki kewenangan besar dalam pengelolaan aset, restrukturisasi perusahaan pelat merah, pengelolaan dividen, hingga pembentukan holding investasi dan operasional.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, modal awal Danantara ditetapkan minimal Rp1.000 triliun yang bersumber dari penyertaan modal negara, saham BUMN, aset negara, hingga dana tunai.
Selain itu, initial funding atau pendanaan awal diproyeksikan mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp326 triliun.
Dana jumbo tersebut rencananya akan difokuskan pada proyek-proyek strategis nasional, seperti:
- energi terbarukan,
- hilirisasi industri,
- manufaktur berteknologi tinggi,
- ketahanan pangan,
- serta penguatan infrastruktur ekonomi nasional.
Harapan Jangka Panjang
Prabowo optimistis keberadaan Danantara akan memberi dampak besar bagi masa depan ekonomi Indonesia dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
Ia menyebut generasi muda nantinya akan menyaksikan sendiri bagaimana dana kekayaan negara tersebut berkembang menjadi instrumen penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Kita sudah punya Danantara dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, saudara akan lihat,” kata Prabowo.[edi]