
Rektor UIN Ar Raniry, Prof Mujiburrahman
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – UIN Ar-Raniry Banda Aceh semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kampus unggulan di Indonesia. Hingga April 2026, sebanyak 36 dari total 59 program studi (prodi) di kampus tersebut telah meraih akreditasi unggul.
Jumlah itu setara 61,02 persen dari keseluruhan prodi aktif, melampaui target nasional yang ditetapkan Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan.
Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah penguatan mutu pendidikan di kampus Islam negeri tertua di Aceh tersebut.
“Nilai sebuah perguruan tinggi tidak terlepas dari status akreditasi yang dimiliki. Semua kampus tentu ingin memperoleh predikat unggul, namun untuk mencapainya harus memenuhi banyak kriteria minimum yang tidak sederhana,” ujar Mujiburrahman, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari tata kelola kampus yang semakin baik, perencanaan matang, serta komitmen kuat seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Ia menegaskan, proses menuju akreditasi unggul membutuhkan strategi yang terukur, termasuk mitigasi terhadap berbagai tantangan selama proses asesmen.
“Perjuangannya tidak mudah dan tantangannya cukup besar, tetapi semuanya kami netralisir melalui risk assessment dan penguatan berbagai aspek pendukung. Alhamdulillah predikat unggul itu sudah kita raih sejak tiga tahun lalu,” katanya.
Pelopor Akreditasi dengan Standar Baru
UIN Ar-Raniry mencatat sejarah penting pada 2023 saat berhasil memperoleh akreditasi institusi unggul menggunakan instrumen akreditasi terbaru.
Ketika itu, kampus tersebut menjadi perguruan tinggi Islam negeri pertama di Indonesia yang mengajukan akreditasi dengan standar baru tersebut.
Keberhasilan itu dinilai memperkuat reputasi akademik UIN Ar-Raniry di tingkat nasional sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja dan pendidikan lanjutan.
Saat ini UIN Ar-Raniry memiliki:
- 4 program doktoral (S3),
- 7 program magister (S2),
- dan 48 program sarjana (S1).
Dari total 59 program studi tersebut, lima di antaranya merupakan prodi baru yang masih berstatus akreditasi minimum “Baik” karena usia operasionalnya belum mencapai dua tahun.
Namun, setelah memenuhi syarat usia penyelenggaraan, prodi-prodi baru tersebut berpeluang mengajukan reakreditasi untuk meningkat menjadi “Baik Sekali” hingga “Unggul”.
Lampaui Target Kementerian
Prof Mujiburrahman mengungkapkan, capaian 61,02 persen prodi unggul saat ini telah melampaui target kementerian secara signifikan.
Pada 2025, target prodi unggul untuk UIN Ar-Raniry ditetapkan sebesar 45 persen. Sementara pada 2026, target meningkat menjadi minimal 46 persen dengan harapan menembus angka 50 persen.
“Per 30 April kemarin, sebelum akhir tahun, kita sudah mencapai 61,02 persen. Harapan kita minimal bisa bertahan di angka 60 persen, bahkan kemungkinan meningkat menjadi sekitar 63 persen setelah beberapa reakreditasi selesai tahun ini,” ujarnya.
Perkuat Riset dan KPM Internasional
Untuk mempertahankan status unggul, UIN Ar-Raniry terus memperkuat tridharma perguruan tinggi, mulai dari inovasi pembelajaran, peningkatan kualitas riset dan publikasi internasional, hingga pengabdian masyarakat lintas negara.
Dalam dua tahun terakhir, program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kampus tersebut bahkan telah menjangkau sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.
Selain penguatan akademik, peningkatan sarana dan prasarana kampus juga terus dipacu sebagai persiapan menghadapi asesmen institusi berikutnya pada 2027 hingga awal 2028.
“Tim penilai nantinya bisa melihat bahwa kita tidak hanya berasumsi, tetapi memang sedang bergerak dan berkembang melalui dukungan infrastruktur yang nyata,” pungkasnya.[an]