
MEDIASURAK.ID,BANDAACEH – Sebuah komunitas yang fokus pada aksi-aksi kepedulian sosial dan kemanusian diprakarsai Mahasiswa Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Mengutip nama tanaman hias yang menjadi simbol ketulusan, wadah ini diharap menumbuhkan semangat kebaikan, Memberi, Langsung, Tanpa Imbalan atau “MELATI”.
“Perjalanan MELATI berawal dari kepedulian sederhana saat bulan Ramadan, aksi ini kemudian berkembang menjadi wadah bagi anak muda berkolaborasi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Ayang Kia Dermawan , Inisiator MELATI dalam program NGOBRAS (Ngobrol Bareng Komunitas) di RRI Pro 1 Banda Aceh 30/06/2026 lalu.
Didampingi Divisi Kemanusiaan Muhammad Kamal, lulusan Psikologi UIN Ar-Raniry itu, berbagi cerita cikal bakal lahirnya komunitas MELATI. ” MELATI lahir dari semangat mahasiswa yang ingin menghadirkan perubahan melalui aksi nyata,” kata Ayang dalam program yang dipandu Khaira itu.
Menurutnya, melalui wadah ini, komunitas MELATI ingin menggambarkan bahwa keterbatasan bukan kendala melakukan kebaikan. Setiap individu kata dia, dapat berkontribusi melalui berbagai cara, baik materi, tenaga, waktu, perhatian, serta kemampuan yang dimiliki.

“Kita terus memberi apapun yang kita bisa sebagai wujud dari kita hidup di dunia ini, dan teruslah menjadi wangi yang berarti bermanfaat dimana pun kita berada,” ujarnya.
Senada disampaikan Muhammad Kamal. Keterlibatan generasi muda yang menjadi komunitas MELATI, menjadi kekuatan utama dalam menjalankan berbagai kegiatan komunitas ini. Bersama para anggotanya, MELATI terus membangun gerakan yang tidak hanya memberikan bantuan, tapi juga menumbuhkan rasa empati dan kepedulian ditengah masyarakat.
“Melalui MELATI, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran aktif dalam menghadirkan solusi sosial. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat tumbuh dari lingkungan kampus dan berkembang menjadi aksi nyata yang dirasakan masyarakat,” kata Muhammad Kamal, yang tercatat sebagai mahasiswa UIN Ar-Raniry.
Kehadiran MELATI di salah satu program radio ‘plat merah’ itu, diharap menjadi ruang bagi komunitas lokal untuk memperkenalkan ide, aktivitas, dan kontribusi sosialnya. Hal ini sejalan dengan Melati, bunga yang menjadi simbol kesucian, ketulusan, serta cinta kasih yang anggun ditengah kesederhanaan .
“Dengan semangat “Teruslah Hidup dan Mewangi,” kami percaya, bahwa setiap tindakan baik yang dilakukan tulus, akan meninggalkan manfaat dan menginspirasi lahirnya kebaikan lainnya.”tutupnya.



