
Nilam Aceh, meski mahal tetap diburu.Foto/mediasurat.id/Raudhatul Jannah
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH – Harga minyak nilam Aceh kembali menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, harga komoditas unggulan ekspor tersebut berada di kisaran Rp850 ribu hingga Rp900 ribu per kilogram, setelah sebelumnya sempat bertahan di level Rp750 ribu hingga Rp800 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini dinilai menjadi sinyal positif bagi petani dan pelaku industri nilam di Aceh, terutama di tengah tingginya permintaan pasar global terhadap minyak atsiri berkualitas tinggi.
Ketua Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala, Syaifullah Muhammad, mengatakan pergerakan harga minyak nilam sebenarnya memiliki pola musiman yang hampir terjadi setiap tahun.
Menurutnya, dalam satu tahun harga minyak nilam umumnya terbagi dalam tiga fase utama.
“Setiap tahun memang ada tiga kloter harga minyak nilam. Januari sampai April biasanya rendah, Mei sampai Agustus sedang, lalu September sampai Desember tinggi,” kata Syaifullah saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, naik turunnya harga minyak nilam sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok di tingkat petani maupun pasar global, serta tingginya permintaan industri internasional.
“Ini terkait stok dan demand,” ujarnya singkat.
Permintaan Tetap Tinggi Meski Harga Naik
Menariknya, kenaikan harga minyak nilam justru tidak membuat permintaan pasar menurun. Sebaliknya, kebutuhan pasar terhadap minyak nilam Aceh disebut tetap tinggi, bahkan meningkat saat harga berada di level mahal.
“Lebih tinggi permintaannya,” tambah Syaifullah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa minyak nilam Aceh masih menjadi salah satu komoditas strategis yang memiliki pasar kuat dan stabil di tingkat internasional.
Selama ini, minyak nilam banyak digunakan sebagai bahan baku utama industri parfum, kosmetik, aromaterapi, produk kesehatan, hingga industri fragrance dunia.
Aceh sendiri dikenal sebagai salah satu penghasil minyak nilam terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Kualitas minyak nilam Aceh terkenal memiliki kandungan patchouli alcohol tinggi, yang menjadi standar penting dalam industri parfum internasional.
Tak heran jika minyak nilam asal Aceh memiliki daya saing kuat di pasar ekspor dan tetap diburu meski harga mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut juga memberi harapan baru bagi petani nilam agar kembali bergairah meningkatkan produksi setelah sempat menghadapi fluktuasi harga dalam beberapa tahun terakhir.
(Raudhatul Jannah)