
Ustad Dr M Yusran Hadi saat menyampaikan khutbah Wukuf di Arafah.
MEDIASURAK.ID, BANDA ACEH — Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Dr. Tgk. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA, menyampaikan khutbah wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi, Senin (26/5/2026), bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H, di tenda jamaah Kloter 02 BTJ.
Khutbah dimulai pukul 12.30 WAS sebelum pelaksanaan salat Zuhur dan Asar secara jamak qashar sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dalam khutbah bertema “Tri Sukses Haji: Jalan Menuju Haji Mabrur dan Kemaslahatan Bangsa” itu, Ustad Yusran menegaskan bahwa wukuf di Arafah bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi momentum menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa di Padang Arafah seluruh manusia berdiri sama di hadapan Allah tanpa dibedakan jabatan, harta, maupun status sosial. Menurutnya, kemuliaan sejati hanya lahir dari ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba.
“Haji bukan perjalanan wisata atau status sosial, melainkan perjalanan kembali kepada Allah dan fitrah kehidupan yang bersih,” tegasnya.
Dalam khutbah tersebut, Ustad Yusran juga menekankan pentingnya menjadikan momentum haji sebagai sarana memperkuat persaudaraan, kesabaran, kepedulian sosial, serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak jamaah Indonesia menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, ketertiban, menghormati sesama, dan membantu jamaah lansia maupun disabilitas.
Selain itu, ia menguraikan konsep Tri Sukses Haji yang dicanangkan pemerintah, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses keadaban serta peradaban. Menurutnya, keberhasilan haji tidak hanya diukur dari sahnya manasik, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa Indonesia.
Ustad Yusran menegaskan bahwa haji mabrur harus melahirkan pribadi yang lebih santun, jujur, peduli, serta mampu menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Ia berharap para jamaah pulang ke tanah air membawa perubahan diri, memperkuat persatuan bangsa, dan menjadi rahmat bagi sesama.
Di penghujung khutbah, ia memimpin doa untuk keselamatan jamaah haji Indonesia, keberkahan bangsa, serta memohon agar para pemimpin Indonesia diberi amanah, kejujuran, dan kemampuan menjaga persatuan rakyat.[]