
Jemaah haji Aceh mulai tiba Senin malam ini di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). [Foto: Dishub Aceh]
MEDIASURAK.ID, Banda Aceh – Kerinduan ribuan keluarga di Aceh akhirnya mulai terobati. Setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, jemaah haji asal Aceh dijadwalkan mulai tiba secara bertahap pada Senin malam (15/6/2026) melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.
Menjelang kepulangan para tamu Allah itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh memastikan seluruh layanan dan fasilitas telah disiapkan agar proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan nyaman. Keluarga diminta tak pernah menjemput cukup menunggu di daerah.
Ketua PPIH Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan seluruh petugas telah bersiaga untuk memberikan pelayanan maksimal, mulai dari penyambutan di bandara, pemeriksaan kesehatan, pengelolaan bagasi, hingga pemulangan jemaah ke kabupaten dan kota asal masing-masing.
“Kami memastikan seluruh tahapan debarkasi berjalan lancar dan tertib, mulai dari penyambutan di bandara, pelayanan kesehatan, pengelolaan bagasi, hingga proses pemulangan jemaah ke kabupaten dan kota asal,” ujar Arijal, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Selain mengukuhkan petugas pendukung, PPIH juga membentuk satuan tugas khusus dan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian debarkasi berlangsung tanpa kendala.
Pemulangan jemaah haji Aceh sendiri akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni 2026. Karena itu, PPIH mengimbau keluarga dan kerabat jemaah untuk tidak melakukan penjemputan di Bandara SIM maupun Asrama Haji Aceh.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kepadatan di lokasi debarkasi sekaligus memudahkan petugas dalam memberikan pelayanan kepada jemaah yang baru tiba dari Arab Saudi.
“Kami mengharapkan keluarga maupun kerabat jemaah dapat menunggu dan menjemput mereka di daerah masing-masing,” kata Arijal.
Ia menambahkan, distribusi air zamzam juga tidak dilakukan di Asrama Haji, melainkan akan diserahkan kepada jemaah di kabupaten dan kota masing-masing bersamaan dengan proses pemulangan ke daerah asal.
Di tengah suasana haru menyambut kepulangan para tamu Allah, PPIH berharap masyarakat dapat mendukung kelancaran proses debarkasi dengan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Sebab, ketertiban selama proses pemulangan bukan hanya memudahkan petugas, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi jemaah yang baru menyelesaikan perjalanan panjang dan ibadah yang menguras tenaga.
Selain fokus pada layanan kepulangan, PPIH Debarkasi Aceh juga mengingatkan para jemaah agar menjaga nilai-nilai kemabruran setelah kembali ke Tanah Air. Menurut Arijal, pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci seharusnya menjadi bekal untuk memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Predikat haji mabrur harus terus dipelihara setelah kembali dari Tanah Suci dengan menunjukkan perilaku dan amal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepulangan jemaah haji selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Aceh. Ada pelukan yang telah lama dinanti, ada air mata haru yang siap tumpah, dan ada doa-doa yang kembali dipanjatkan di tanah kelahiran.
Mulai Senin malam ini, satu per satu para tamu Allah akan kembali menginjakkan kaki di Serambi Mekkah. Bukan hanya membawa oleh-oleh dari Tanah Suci, tetapi juga membawa harapan agar kemabruran yang diraih dapat menjadi cahaya bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat Aceh secara keseluruhan.
[Raudhatul Jannah]